Waspadai Dalih Sumbangan SMP Pungut Uang Ratusan Ribu

oleh

KARAWANG, (HK) –

Mengakhiri kegiatan belajar mengajar semester ganjil tahun 2019 pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP) pihak sekolah disibukan dengan berbagai program yang menjurus kepada pungutan uang.

Seperti yang terpantau diwilayah Cilamaya, dan Banyusari, Kabupaten Karawang, kebutuhannya antara lain untuk menunjang pelaksanaan kegiatan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), seperti sarana penunjang kegiatan, Bimbingan belajar (Bimbel), Simulasi, bahkan hingga uang Piknik turut menjadi deretan daftar pungutan.

Piawainya pihak sekolah, dengan memainkan peran Komite melalui rapat orang tua, pungutan dikemas sedemikian rapih hingga terkesan dibuat seperti sumbangan.

Dimana sebelumnya pihak sekolah membuat surat pernyataan yang sudah diketik kemudian diperbanyak, selanjutnya para orang tua siswa saat rapat diminta untuk mengisi dan menandatangani pernyataan tersebut, dengan tujuan bilamana dikemudian hari timbul masalah, pernyataan tersebut yang bakal dijadikan alat untuk membek up pungutan menjadi sumbangan.

Berita Terkait :  Gedung PAUD Amanah Desa Hutabangun Diresmikan

Menanggapi hal itu, Irwan Ormas Pemuda Pancasila (PP) Karawang, mengatakan, dari hasil investigasi dilapangan masih ada SMP yang memungut uang kepada para orang tua siswa. Dan biasanya mereka (Sekolah.Red) lakukan, pada saat memasuki tahun ajaran baru, akhir tahun ajaran, dan pada saat pembagian raport hasil ulangan semester.

“Pungutan mereka kemas dengan rapih. Melalui rapat orang tua. Komite dibuat seolah pro orang tua, padahal dibalik itu antara ketua Komite dan kepala sekolah diduga sudah kongkalingkong. Untuk memuluskan aksinya berbagai cara ditempuh, yang penting target tercapai,” ungkapnya, Rabu (18/12).

Berkaitan dengan itu kata Irwan, apakah pungutan tersebut masuk dalam kategori Pungli, atau pungutan biasa yang lumrah dilakukan sekolah.

Lalu, apa bedanya dengan yang sudah dilakukan beberapa lalu oleh salah satu SMP di Cikampek dan Lemahabang, hingga Tim Saber Pungli turun tangan.

Berita Terkait :  Gedung PAUD Amanah Desa Hutabangun Diresmikan

“Kita sedang kumpulkan data-data nya. Kalau sudah lengkap, akan kita koordinasikan dengan Saber Pungli,” kata Irwan.

Sambung Irwan, pungutan yang dilakukan, kisarannya pareatip, ada yang diangka, 600 ribu, bahkan lebih. Dengan kebutuhan terperinci, dan itu dilakukan tidak hanya kepada siswa kelas 3 saja, bahkan sampai ke kelas 2 , dan 1, disesuaikan dengan target kebutuhan.

“Nilainya pareatip, contoh untuk kelas 3 sebesar 600 ribu, sedangkan kelas 2 hanya 150 ribu per siswa, bahkan untuk kelas 1, sampul lapor dibeli dengan harga 50 ribu/siswa. Kelas 3 ada yang untuk Bimbel, Simulasi, sewa komputer, dan lain-lain , untuk kelas dua, ada yang buat perbaikan WC, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, ” pungkasnya.

(ASyah/Red)

Baca Berita Terbaru
LBUHANBATU SELATAN(HK)- Waka Polres Labuhanbatu, Kompol Muhammad Taufik hadiri kegiatan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah
Keterangan foto : Terlihat Petugas Dinkes Madina saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA di PT