oleh

Warga Masih Meragukan Kualitas Jembatan Apung

Bengkalis, (HK) – Jembatan apung yang sudah dirancang di Dermaga Desa Mekeruh, Kecamatan Rupat ditarik sejauh Lebih kurang 50 Meter ke kawasan Sungai.

Penampakannya gagah dengan pancang-pancangnya yang nampak kokoh. Warnanya sedap dipandang, paduan kuning dan biru, merah. Pantas saja jembatan Apung sepanjang 50 meter itu menjadi kebanggan Desa Makeruh. Yang Anggarannya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

IKLAN (X)

Jembatan apung ini juga menjadi kebanggaan Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis. Ini adalah jembatan apung pertama, dan digadang-gadang menuntaskan persoalan bisa dibangunnya jembatan di kawasan perairan semacam Sungai Desa Makeruh.

Papan proyek pembangunan jembatan apung

Ketika Ditemui Hariankriminal.com Rabu, (18/12 2019), Warga Mengatakan Sayangnya Proyek Dermaga jembatan apung Desa Makeruh ini lantainya Retak Dan Pecah Baru Selesai Dikerjakan Yang Anggarannya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sebesar Rp.2. 181.697.000, Warga Sangat Mendukung Terlaksana Pembangunan Dermaga menuju Desa Makeruh dan Desa Kadur ini adalah pertanda dimulainya orkestra kebanggaan, ucap warga.

Dia Berharap Pihak Kontraktor Pt, Jatayu Mulia Nusantara Group memperbaiki lantai dermaga apung  yang pecah dan retak Berkerja Sesuai Sop, harapnya

Mendekati wilayah Dermaga jembatan apung, terlihat warga Desa Makeruh Antusias memandang di pinggiran Dermaga. Mereka tak sabar menikmati indahnya jembatan apung yang bakal menghubungkan desa Makeruh dengan Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara.

Impian warga untuk sesekali melintas antar desa menggunakan sepeda motor akan segera terwujud. Jembatan apung ini lah jawaban yang selama ini dicari, pungkasnya. (M.Aritonang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed