oleh

Warga Desa Parung Mulya Keluhkan Polusi Udara Diduga Berasal dari 4 Perusahaan di Kawasan BAM 047

KARAWANG/HK JABAR – Warga masyarakat Kampung Simar Galih Desa Parung Mulya Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang mengeluhkan sesak pada pernafasan hidung dan dada yang diduga akibat adanya pencemaran polusi udara dari 4 perusahaan di Kawasan BAM,” Jum’at (09/10/2020).

Polusi udara yang mencemari lingkungan di wilayah Kampung Simar Galih tersebut berasal dari coran beton yang tercecer dijalan yang diangkut mobil molen dari 4 perusahaan di Kawasan BAM yaitu dari PT. Merak Jaya Beton, PT. Mitra Bangun Graha Tama, PT. Jaya Mix dan PT. Decon Multi Industri. Lokasinya tepat berada di Kawasan Zona Industri K 57 tepatnya lagi di Kampung Simar Galih Desa Parung Mulya Kecamatan Ciampel Kabupaten karawang.

Jhony, salah satu perwakilan warga Kampung Simar Galih Rt.01 Rw.06 saat di wawancarai oleh awak media menuturkan, polusi udara yang berasal dari 4 perusahaan di Kawasan BAM yang beroperasi dibidang coran beton tersebut berdampak pada sesak pernafasan dan dada di rasakan oleh warga selama ini.

“Kami para warga Kampung Simar Galih sudah pernah melaporkan adanya pencemaran polusi udara tersebut Kepada pihak pemerintah desa Parung Mulya, namun laporan warga hingga saat ini belum ada kelanjutan atau solusi yang terbaik dari mereka,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Tamrin, warga Kampung Simar Galih Desa Parung Mulya Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang, menurutnya kalau setiap pagi jam 06.00 apalagi cuacanya panas debu-debu dari 4 perusahaan tersebut masuk ke dalam rumah sehingga piring-piring dapur sama springbed-nya terselang waktu beberapa menit saja langsung kotor semua.

“Kami juga selaku perwakilan warga Kampung Simar Galih memohon dan meminta kepada pihak perusahaan agar segera mengatasi permasalahan polusi udara ini. Kalau dalam waktu dua minggu terhitung dari sekarang tidak ada tindakan atau solusi dari perusahaan terpaksa kami bersama warga lainnya akan menutup perusahaan ini,” ucap Tamrin.

Pihaknya juga akan menindaklanjuti permasalahan ini ke kantor Desa Parung Mulya dan ke Instansi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang kalau seandainya pihak perusahaan tidak segera bertindak untuk mengatasi permasalahan polusi udara tersebut.

“Kami akan minta kepada pemerintah Desa Parung Mulya dan DLHK Karawang agar menutup semua aktifitas kegiatan dari perusahaan yang ada di Kawasan Zona Industri K 57, apabila tidak ada tindakan atau solusi yang terbaik bagi kami”. pungkasnya. (Aep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed