oleh

Unit Tipidter Polresta kota Mataram Sita Petasan Yang Tidak Dilengkapi Dengan Izin Edar di Sebuah Toko Mainan

MATARAM NTB, (HK) – Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram menyita puluhan petasan tanpa izin edar di salah satu toko mainan anak-anak di wilayah setempat. Tindakan itu dilakukan setelah turun langsung menuju salah satu UD M (inisial) di Jalan Selaparang, Kelurahan Mayura Kecamatan Cakranegara Kota Mataram.

Pemeriksaan langsung dilakukan petugas. Hasilnya 96 bungkus petasan merk Piramida Tempe disita petugas.

IKLAN (X)

“Toko ini selaku distributornya. Dia kirim ke Lombok Timur sampai Bima. Kita turun ke sana hari Kamis 14 Mei sekitar pukul 16.00 wita,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Jumat (15/5/2020)

Sesuai dengan ketentuan Petasan yang bebas diperjualbelikan dengan ukuran di bawah dua inci. Sementara 96 bungkus petasan yang disita berukuran di atas dua inci Oleh karenanya petasan tersebut disita petugas Kepolisian.

Berawal dari informasi masyarakat, anggota kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas melakukan pegecekan dan pada toko tersebut, petugas menemukan segala jenis mainan serta petasan dan didapatkan pula jenis petasan merk piramida tempe dengan tidak dilengkapi dengan izin jual atau diedarkan, sehingga puluhan petasan disita oleh tim tipidter Polresta Mataram.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menjelaskan pada hariankriminal.com saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/05/2020) mengatakan, bahwa saat dilakukan pengembangan pendalaman kasusnya saudra ‘ K’ pemilik UD Makmur, ia mengakui omset yang didapatkan seharinya bisa mencapai puluhan juta dengan wilayah pemesanan barang dari luar daerah yakni daerah Bima, Dompo dan Sumbawa,” Jelas Kadek.

Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya memastikan masih akan melakukan proses hukum lebih lanjut kepada pemilik toko karena keras dugaan saudara inisial K dengan sengaja atau tanpa sengaja dan tanpa hak telah menyimpan dan mengedarkan serta memperjualbelikan petasan tanpa ijin maka sudah melanggar hukum dengan ketentuan peraturan undang-undang hukum pidana dan diatur dalam pasal 1 ayat (1) UU RI nomor 12 tahun 1952 tentang Undang-undang darurat,” Tegas kadek selaku kasat Reskrim.

Untuk sementara, sambil pendalaman kasusnya saudara K, pemilik toko UD Makmur tetap dalam pegawasan dan masih dimintai keterangan guna kepentingan penyidikan dalam kasus tersebut.

Polresta Mataram meningkatkan pengawasan terhadap gangguan kamtibmas dan segala kemungkinan kecil yang timbul baik oleh pelaku kejahatan maupun aksi perang lempar petasan yang sering terjadi di beberapa wilayah kota Mataram, terutama sekali saat ini sedang merebahnya penyakit menular seperti Covid-19 sehingga masyarakat bisa terjamin keamanannya serta situasi tetap kondusif tanpa ada gangguan dan rasa takut & khawatir,” Tutup kadek.( Ibn )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed