Transformasi Perpustakaan Dalam Pengembangan Diri Masyarakat

oleh

Oleh : Denny Rizal

Peran serta perpustakaan dalam memajukan masyarakat sangatlah diperlukan dan merupakan salah satu tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melihat Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pada pasal 2 menyebutkan bahwa perpustakaan diselenggarakan berdasarkan azas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.

Dengan undang-undang ini menunjukkan bahwa perpustakaan mengemban amanah sebagai wadah, dan kemitraan bagi masyarakat dan dikelola secara profesional guna mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bertransformasi perpustakaan berarti bukan menjadi tempat informasi saja melainkan menjadi tempat pengembangan diri masyarakat hingga meningkatnya pengetahuan dan informasi.

Berita Terkait :  Ny Koesni Harningsih Moeldoko : KKM Industri Kreatif Menciptakan Lapangan Kerja Dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Pembentukan sumber daya manusia unggul dapat melalui perpustakaan dan sudah merupakan program pemerintah hingga ke desa-desa yang ditata dan dikelola secara profesional untuk masyarakat.

Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perpustakaan terus berbenah dan dikelola secara profesional seperti yang dituturkan Kepala Dinas Perpustakaan H. Leo Sunarta beberapa hari yang lalu.

Salah satu program perpustakaan adalah transformasi inklusi sosial yang memberikan manfaat dari kota ke desa dalam memajukan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat.

Berita Terkait :  Waduh...Diduga Tidak Memiliki Izin, Indomaret Dipertanyakan.

Setidaknya kita menyadari dan melaksanakan peningkatan minat baca sebagai wujud mendukung program pemerintah.

Baca Berita Terbaru
  TAPSEL, (HK) - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu, SH yang di
Madina, (HK) - Ribuan warga penambang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat