oleh

Tragedi 25 Januari Membuat Warga Sibanggor Julu “Merasa Tidak Nyaman”

Madina, (HK) – Pasca tragedi H2S pada 25 Januari 2021, membuat warga Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natak merasa tidak nyaman, dan takut terulang kembali.

Hasil informasi di lapangan, Kamis (11/2/2021) banyak hal yang di proleh dari lapangan, terkait pasca tragedi 25 Januari 2021 yang menelan 5 (Lima) korban jiwa, dan puluhan warga dirawat di RSUD Panyabungan akibat terkena Gas H2S ketika pihak SMGP membuka sumur SMP-T02.

Pantauan media, bahwa lokasi Well Pad SMP-T02 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT SMGP hanya berjarak sekitar 150 meter dari rumah terdekat pemukiman warga Sibanggor Julu.

Namun, disaat wartawan hendak mengambil gambar Well Pad SMP-T02 PLTP Unit II, dua security SMGP mengingatkan agar jangan terlalu dekat ke lokasi tersebut. Security beralasan bahwa kesehatan tim wartawan dikhawatirkan terganggu jika terlalu dekat dengan lokasi.

Warga mengaku, posisi Well Pad yang begitu dekat ke pemukiman menjadi salah satu pemicu kecemasan warga yang kini berada dalam ketakutan “besar”.

Beberapa warga yang ditemui di beberapa warung (kedai kopi) mengatakan, bahwa warga masih gelisah terkait kesehatan penduduk di masa-masa mendatang akan selalu “terancam”

“Kami merasa tidak tenang, karena ada saja persoalan. Bahkan sekarang meningkat, kami merasa “dihantui” akan terulang kembali seperti kejadian 25 Januari 2021,” Kata pak Lubis warga setempat

Beberapa orangtua mengatakan sering mendengar dari sosialisasi yang diselenggarakan perusaan maupun pemerintah bahwa PLTP itu teknologi ramah lingkungan, Namun, tragedi 25 Januari 2021 seolah membantah “ramah lingkungan” itu.

Disisi lain, perubahan sosial di Desa Sibanggor Julu telah banyak berubah sejak kehadiran PTLP beberapa tahun lalu. (Bersambung).(Syahren)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed