oleh

Terkait Pasien yang Tidak Mendapat Pelayanan di RSUD Panyabungan, Teguh : Akan Kita Lakukan Pemanggilan

Madina, (HK) – Terkait pasien wanita yang mau melahirkan viral di media sosial “Facebook” karena dikabarkan tidak mendapatkan pelayanan dari pihak RSUD Panyabungan, Kamis (22/04/2021) kemarin lalu. Pihak RSUD Panyabungan seolah menyalahkan pihak RS Natal.

Kepala Ruangan IGD RSUD Panyabungan Batara mengatakan, bahwa pihaknya mengaku heran dengan kedatangan pasien ke RSUD Panyabungan yang tidak membawa surat rujukan.

“Makanya kami heran, pasien yang didampingi bidan perujuk memakai ambulan pemerintah tapi tidak di infus dan konfirmasi terlebih dahulu. Alasan bidannya tidak jelas. Seharusnya, meskipun mereka menjemput pasien ke rumahnya, itu harus dibawa dulu ke RS Natal. Diperiksa dulu nanti dapat diagnosa awalnya,” kata Batara Yang Dikutif Dari Metro Onlien, Sabtu (24/04/2021).

Dia juga menyebut bahwa pasien ini dibiarkan tidak memakai infus dan dibiarkan lemah dan kesakitan. Sementara kondisi pasien sudah pecah ketuban.

“Kemudian terkait rujukan itu ada aturan yang diterapkan pemerintah melalui SISRUTE (Sistem Rujukan Terpadu) ini selalu kita buat dalam merujuk pasien ke RS lain. Nah, mereka tak ada buat itu. Setidaknya ditelepon dulu, konfirmasi ada gak dokter. Jadi mereka tidak merujuk namanya hanya mengantar saja,” jelasnya.

Ditanya apakah karena tidak ada surat rujukan itu menjadi salah satu alasan pasien tidak ditangani? Batara menyebut kalau ada konfirmasi sebelumnya mereka langsung buatkan surat rujukan.

“Kalau ada konfirmasi sebelumnya mungkin kita sudah langsung buatkan surat rujukan. Karena dokter obgyn nya lagi sakit,” katanya.

Sementara, Direktur RSUD Husni Thamrin Natal MHD Faisal Situmorang menerangkan bahwa kehadiran dari tenaga medis dan mobil ambulan dari RSUD Natal yang mendampingi pasien sudah lebih dari sekedar surat rujukan.

Direktur Faisal juga menyebut bahwa surat rujukan itu bukan menjadi persoalan sebab pasien tidak ditangani RSUD Panyabungan, melainkan karena dokter spesialisnya sedang sakit.

“Tidak ada karena surat rujukan, kehadiran medis kita itu sudah lebih dari surat rujukan. Kan sudah hadir di situ mereka untuk mendampingi menjelaskan kondisi pasien. Kalau soal surat rujukan, di situ pun langsung bisa dibuat. Bukan itu alasannya, melainkan dokter spesialis RSUD Panyabungan yang sedang sakit,” jelas Direktur RSUD Husni Thamrin MHD Faisal yang dihubungi pada Sabtu (24/04/2021) siang.

Direktur juga mengharapkan agar persoalan ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Dan sekaligus meminta yang didorong mengenai fasilitas dan sumber daya ke hal perbaikan.

“Fasilitas yang ada di setiap Rumah Sakit di daerah kita ini yang didorong untuk menjadi lebih baik. Juga sumber daya dari dokter atau tenaga kesehat di daerah kita, misalnya untuk dokter spesialis kandungan di RSUD Panyabungan agar ditambah, jangan hanya satu orang,” tuturnya.

Anggota DPRD Madina Teguh W Hasahatan dari Dapil IV geram mendengar info bahwa adanya Pasian yang mau melahirkan tidak ditangani di RSUD Panyabungan, Teguh mengatakan, ia sangat menyesalkan hal tersebut jika benar terjadi.

“Didalam Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Undang Undang Nomir 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bahwa pasien berhak mendapat pelayan medis karena itu adalah bagian dari hak asasi manusia,”ucap Teguh selaku ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal.

Teguh juga mengatakan, Sebagai lembaga perwakilan rakyat tentu pihak Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan akan dilakukan pemanggilan.

“Akan kita lakukan pemanggilan pihak RSUD Panyabungan, supaya permasalahan ini terang menerang, dan untuk kedepannya tidak terulang lagi seperti ini,”kata Teguh

(Syahren)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed