oleh

Terkait Insiden PT SMGP Renggut Lima Korban Jiwa, Kadin Madina: Kita Tunggu Penegak Hukum Bekerja

PANYABUNGAN (HK) – Menanggapi insiden yang terjadi di wilayah kerja PT SMGP di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Senin 25 Januari 2021 lalu, dimana lima orang warga meninggal dunia dan puluhan di rawat di rumah sakit akibat menghirup gas beracun H2S, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Bahran Saleh Daulay meminta semua pihak menahan diri atas peristiwa yang terjadi di Desa Sibanggor Julu tersebut.

Bahran menyebut peristiwa itu merupakan musibah yang pada prinsipnya tidak ada yang menginginkan kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat menunggu proses penyelidikan yang dilakukan Kepolisian untuk memastikan penyebab kejadian. Apabila ditemukan kesalahan maupun kelalaian, Kadin Madina, kata Bahran mendukung perusahaan untuk ditindak.

“Kita turut berduka atas musibah dan peristiwa yang menyebabkan lima orang warga Sibanggor Julu meninggal dunia. Tentu semua orang tidak ada yang menginginkan musibah terjadi,” katanya.

“Tapi kita harus bisa saling menahan diri, kita berikan kesempatan dan waktu bagi penegak hukum mengusut apa sebenarnya yang terjadi. Masyarakat kami minta supaya menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Jangan mengeluarkan tindakan yang sifatnya menganggu kondusifitas daerah kita. Dan kalau perusahaan bersalah pasti akan dihukum dan kita minta bertanggung jawab,” ujar Bahran.

Bahran mengaku sampai saat ini belum mengetahui apa penyebab peristiwa tersebut. Namun, ia sepakat apabila ada unsur kelalaian dan kesalahan dari pihak perusahaan supaya bertanggung jawab.

“Kita belum tahu bagaimana kronologinya, kita jangan cepat mengambil kesimpulan. Yang pasti setiap kesalahan dan pelanggaran aturan akan dihukum, dan kita dukung itu,” jelasnya.

Peliput : Maradotang

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed