oleh

Sayang Warga, Kades Banyuasih Semprotkan disinfektan ke Ruang Publik

 

KARAWANG | HK JABAR – Pemerintah Desa ( Pemdes ) Banyuasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, bersama para RT, RW , dan Kepala Dusun, Babinsa TNI, Karangtaruna, dan warga masyarakat, secara serentak menggelar kegiatan penyemprotan cairan disinfektan ke ruang Publik, Senin malam (30/02).

IKLAN (X)

H.Mahpudin kepala Desa Banyuasih, menjelaskan, bahwa kegiatan penyemprotan cairan disinfektan secara serentak ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19, dengan sasaran fasilitas ruang Publik yaitu, mulai dari kantor desa, tempat ibadah atau Masjid, Musholah, dan lingkungan rumah rumah warga khususnya.

Selain dilakukan penyemprotan cairan disinfektan warga juga dihimbau tentang cara cara pencegahan penyebaran virus corona atau COVID- 19, yaitu warga diminta jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, tidak diperbolehkan berkerumun atau berkumpul dalam jumlah banyak orang, jangan panik, jaga kebersihan lingkungan sekitar masing masing, biasakan cuci tangan pakai sabun, dan jaga pola hidup sehat serta tetap Waspada.

“Himbauan juga melalui spanduk, dan surat edaran dipasang di tiap titik yang bisa dilihat orang banyak. Agar masyarakat mengerti dan memahami, wabah virus Corona ini,” ungkap Kades Mahpudin dilokasi kegiatan.

Kades menambahkan, bahwa pihaknya berharap kepada warga untuk agar melapor jika diketahui ada keluarga atau tetangga yang baru datang dari luar kota atau luar negeri.

“Harap terlebih dahulu wajib melapor ke pihak desa, itu bisa diwakilkan oleh keluarga ataupun warga setempat yang jika mengetahuinya, bisa datang langsung menghubungi pihak desa, dan nantinya dari pemdes akan bekerjasama dengan pihak kesehatan setempat yakni, UPT Puskesmas Gempol untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan/strealisasi terhadap orang tersebut,” kata Mahpudin.

Kades meminta masyarakat untuk mematuhi aturan yang tertera dalam Maklumat Kapolri yaitu, tidak mengadakan kegiatan sosial masyarakat yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak.

“Seperti hajatan, atau kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa,” tegas Mahpudin.

(IRW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed