oleh

Satpol PP Karawang  Terus Operasi Pekat, Tegakkan Perda 

Iklan.

KARAWANG | HK JABAR – Untuk menegakan peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Karawang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus melakukan penyisiran tempat kos-kosan yang ada di wilayah perkotaan Karawang yang diduga disalah gunakan, untuk menekan penyakit masyarakat (Pekat) yang dikhawatirkan menyimpang dari norma agama dan sosial.

Hal itu diungkapkan Kabid Trantibum Satpol PP Karawang, Dadang Taufik kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

“Pada dasarnya kita sesuai dengan pengaduan dari masyarakat. Kemudian kita tindak lanjuti dengan kroscek lokasi. Jika benar, kita lakukan operasi,” katanya.

Ia mengatakan, minggu lalu menjaring sekitar 10 pasang yang bukan pasangan resmi suami istri. Alhasil pihaknya membawa mereka ke Mako Satpol PP untuk dimintai keterangan.

“Jika tidak bisa membuktikan kalau mereka itu pasangan yang sah kita patut menduga. Pasangan itu bukan muhrim tapi berada di tempat dikosan bersama, pastinya semua orang akan tandatanya,” katanya.

Setelah bidang Trantib mendata, selanjutnya diserahkan kepada bidang PPUD Satpol PP untuk ditindak lanjut ke persidangan Pengadilan Negeri Karawang.

“Agar efek jera dan pembelajaran yang lain. Termasuk pemilik kosan diberikan teguran,” kata dia.

Namun demikian, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini tidak seperti hari normal biasanya. Lebih sedikit dibandingkan sebelum ada pandemi. Akan tetapi, tetap ada saja yang terjaring pekat.

“Kita utamakan tempat yang menjadi pengaduan masyarakat. Kemudian hasil investigasi dari internal Satpol PP,” jelasnya.

Dikatakan, operasi pekat secara rutin dilakukan setiap bulan. Tiap kali operasi dipastikan menjaring pasangan. Bahkan ia mendata usia yang terjaring itu usia milennial.

“Tiap bulan operasi kita lakukan. Pantau terus kos-kosan yang menjadi laporan masyarakat. Apalagi tempat yang pernah terjaring,” pungkasnya. (Sule/Acam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed