oleh

PT Pemberangkatan Almarhumah Neng Juariah Gelap Sebagai PMI Diduga Ilegal.

 

PURWAKARTA | HK JABAR – Seperti mendengar petir disiang bolong, keluarga korban almarhum Eneng Juariah, meninggal dunia. Namun sampai sekarang pemberangkatan almarhum Eneng Juariah ke Suriah Damaskus, tiga tahun lalu, akhir Tahun 2017.

Kini Eneng Juariah (48) telah tiada, pad Enam (6) September 2020, keluarga korban mendapat kabar dari Damaskus melalui majikannya memberikan kabar bahwa Eneng Juariah, meninggal dunia

Sontak saja, keluarga korban, Ibu almarhum Iyun (70) anaknya Sugeung (28) Fuji (25) Nilam (14) Aden (10) seperti mendengar petir disiang bolong.

Namun apa daya, tidak sedikitpun data yang didapat, perusahaan mana yang memberangkatkan tidak tahu. Yang diketahui bahwa ibunya dulu diberangkatkan melalui sponsor bernama oleh Yk dan AC .

Menurut Sugeng, Minggu (3/0) mengatakan bahwa sebelum berangkat ibunya pernah ditampung di Vila miliknya Yk, di Pondoksalam.

Selain Yk, sponsor bernama Ac bersama Yk yang mengurus ibunya berangkat ke Suriah Damaskus. Namun nama PT tidak di ketahui namanya dan sampai sekarang bahkan Yk, mendengar ibunya meninggal tidak pernah datang kerimah untuk mengurus hak-hak almarhum

“Kalu tidak salah, ibu saya berangkat akhir tahun 2017. Tepatnya di bulan Desember”tegas Sugeung.

Alhamdulillah, pihak pemerintah desa membantu mengurus almarhum melalui Disnaker Kabupaten Purwakarta ke KBRI Suriah.

Dia dan keluarga tinggal menunggu kabar dan dia akan mengejar terus perusahaan mana yang memberangkatkan ibunya.

“Selasa depan barang-akan datang”ujarnya.

Sponsor Yk, saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, sudah mengurus dan dirinya hanya sebagai pemandu karena yang memberangkatkan adakah Ac.

Sebenarnya Neng Juariah, diurus berangkat ke Abudabi. Namun Kenap ad di Suriah.

Dihubungi AC, Minggu (3/10) melalui wachtap, belum memberikan jawaban.
(Asyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed