Proyek Rugikan Masyarakat Perumahan Marisi Hasibuan

oleh

Proyek Rugikan Masyarakat Perumahan Marisi Hasibuan
Labuhanbatu(HK): Proyek peningkatan jalan aspal menuju perumahan Marisi Hasibuan di lingkungan Graha Kelurahan Urungkompas Kecamatan Rantau Selatan kabupaten Labuhanbatu, sangat merugikan masyarakat hingga jutaan rupiah. Proyek pengaspalan jalan dan perbaikan parit pembuang di perumahan itu, membongkar titi-titi rumah warga, namun pihak perusahaan tidak membangun puluhan titi yang dibongkarnya.

“Jika warga menginginkan titi lagi, harus membangun sendiri dengan biaya sendiri. Paling sedikit biayanya Rp500.000, karena beli semen, kerikil, pasir, besi, papan dan upah tukang,” sebut warga, Kamis (26/12/2019) sore.

Menurutnya, sejumlah warga sangat mengeluh karena telah nyata-nyata dirugikan secara materi dan immaterial. Padahal, CV Jagad Sumatera Perkasa selaku pelaksana atau pemborong proyek senilai Rp.1.301.269.000 itu jelas akan memperoleh keuntungan, sedikitnya 10% dari nilai proyek tersebut, namun para warga tidak bisa berbuat apa-apa.

“Permisi saja pekerjanya tidak ada untuk membongkar titi rumah kami dan langsung main hantam pakai bekho, sekalian mengeruk parit yang direhab. Pulang kerja saya kaget, titi beton ke rumah sudah dibongkar. Semua titi warga sini dari beton, nggak ada dari kayu, makanya semua membangun titi lagi dan hanya beberapa orang lagi yang belum,” keluh warga.

Satu sisi, warga diuntungkan karena jalan sepanjang 1,3 Km ini yang dulunya batu, telah diaspal dan parit sedikit lebih lebar dari semula.

Saat dikonfirmasi di lapangan, semua mengaku pekerja. Ditanya siapa pemborongnya, pekerja mengaku tidak tahu, ada yang tunjuk menunjuk, tapi semua mengelak.

Hingga pengerjaan pengaspalan, Kamis (26/12/2019), juga tidak ada yang mengaku bertanggungjawab atau mandor. Yang ada hanya tunjuk menunjuk, tapi juga semua mengelak dan mengaku hanya pekerja.

Ada yang bilang proyek ini punya Efendy Syaputra alias Asiong Cobra. Seorang pekerja menyebut, alat-alatnya dari Asiong. Informasi yang diperoleh juga menyebut proyek ini milik Asiong Cobra, pemilik perusahaan PT Binivan Konstruksi yang ditangkap KPK pada OTT 17 Juli 2018. Informasi lain, sejumlah proyek besar tahun anggaran 2018 dan TA 2019 di Labuhanbatu berhasil dikuasai Asiong Cobra. Sejumlah warga juga kaget, orang yang ditangkap KPK juga masih menguasai sejumlah proyek di kabupaten Labuhanbatu ini.(BS).

Baca Berita Terbaru
LABUHANBATU UTARA(HK)-Personel Polsek Kualuh Hilir tangkap Sulaiman Ibut (30), pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di
LABUHANBATU(HK)-Personel Polsek Bilah Hilir tangkap penulis togel yakni Maruli Tua Butar-Butar (26), disebuah warung yang