oleh

Proyek Normalisasi SS Lamaya Barat Desa Rakul Dipertanyakan

 

KARAWANG, JAWA BARAT –

Proyek Normalisasi SS Lamaya Barat Desa Rawagempol Kulon (Rakul) Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang dipertanyakan.

Pasalnya, proyek tersebut diduga kurang transparan, lantaran tidak memasang papan plang proyek, selain itu pelaksana kegiatan atau yang biasa disebut pemborong tidak ada dilokasi, begitupun dengan pengawas dinas terkait tidak nampak dilokasi pekerjaan.

Akibatnya, informasina yang diperoleh tidak jelas, begitupun dengan  penggunaan bahan bakar solar patut dipertanyakan, diduga menggunakan solar bersubsidi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hariankriminal.com pada Kamis (9/5/2019), proyek normalisasi tersebut diduga melanggar Undang undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dimana, setiap proyek harus dilengkapi dengan papan plang informasi agar bisa transparan untuk publik.

Operator Beko, Adi, saat ditanya volume pekerjaan terkait berapa panjang dan lebar saluran air yang dinormalisasi, Ia menjawab tidak tahu.

“Tidak tahu Pak,” jawab Adi, Kamis (9/5/2019) dilokasi.

“Besaran anggaran, serta anggaran tahun berapa, saya juga tidak tahu Pak,” tambah Adi.

Lanjut Adi, pelaksana kegiatan adalah Radi, dan sekarang tidak ada dilokasi.

“Kalau pengawas dinasnya Pak Icang, sama gak ada dilokasi,” pungkas Adi.

Sampai berita ini diterbitkan, baik pelaksana ataupun pengawas proyek belum bisa ditemui. (One)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed