oleh

Proyek Normalisasi Desa Pasirjaya Dikeluhkan Petani

Proyek Normalisasi Desa Pasirjaya Dikeluhkan Petani

Karawang | Warga petani Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang merasa dirugikan dengan adaya proyek normalisasi di saluran Kali Asin.

Pasalnya, menurut mereka proyek tersebut dianggap sudah menyerobot lahan sawah milik warga karena tertimbun lumpur normalisasi. Kekecewaan warga berlanjut dengan aksi pemberhentian pekerjaan proyek, para petani mencoba mengamankan kunci beko yang digunakan dalam proyek normalisasi, Minggu (02/05/2021).

Para petani mengungkapkan bahwa selama ini belum ada sosialisasi terkait pelaksanaan proyek normalisasi yang dikerjakan oleh pemborong disaluran Kali Asin.

Setelah itu beberapa perangkat desa bersama aparat kepolisian dari Polsek Cilamaya datang ke lokasi tempat berkumpulnya para petani yang melakukan aksi  dikediaman H. Husni, Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.

Sementara itu Nanang Suparman wartawan revolusinews.id saat melaksanakan tugas jurnalistik diduga mendapat perlakuan tidak mengenakan dari aparatur Desa Pasirjaya.

“Saya datang ke Dusun Cilempung untuk meliput penyerahan Al-Quran, namun ketika saya melintasi lokasi ada beberapa petani yang sedang berkumpul. Sehingga saya juga mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi,” jelas Nanang yang juga pengurus Ikatan Jurnalis Bersatu (IJB).

Ironis, ketiak dirinya berada dilokasi malah diminta untuk memperlihatkan kartu identitas dan Kartu Tanda Anggota (KTA) jurnalis.

“Saya menjelaskan bahwa saya adalah jurnalis. Ada salah satu aparat desa yang mengeluarkan kata-kata tidak enak dan sempat beradu argumen. Saya sebagai jurnalis merasa direndahkan dan diintimidasi dengan perlakuan dan kata-kata aparatur desa tersebut,” ujar Nanang.

Berdasarkan informasi beberapa saksi di tempat kejadian aparatur desa tersebut bernama Nuh, menjabat sebagai Kepala Dusun Ceah.

“Secara pribadi saya sudah memaafkan perbuatan aparatur desa tersebut, namun kejadian tersebut sudah menjatuhkan marwah jurnalis. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Nanang. (Cr1/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed