oleh

Polda NTB Tangkap Pelaku Narkoba Antar Provinsi

MATARAM (HK). Ditres Narkoba Polda NTB berhasil ungkap sindikat pengedaran shabu dan mengamankan sebanyak 15 orang yang diduga turut terlibat dalam kasus penyelundupannya, Kamis (24/09/2020) di Lembar Lobar.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. beserta Direktur Reserse Narkoba Polda NTB menyampaikan bahwa penangkapan terhadap pelaku dan pengedar lintas Provinsi merupakan pengungkapan yang kesekian kalinya.

Penyidik sudah menetapkan satu orang tersangka sebagai pelaku berinisial, MA (35) warga Aikmel, Kabupaten Lotim, sedangkan 14 orang lainnya masih dalam pemeriksaan, karena diduga ikut terlibat dalam aksi penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2,6 kilogram”, ucapnya.

Pelaku merupakan jaringan antar provinsi , MA berangkat dari Batam sempat singgah di Padang untuk menghadiri acara pernikahan keluarga, jadi saat pelaku ditangkap petugas mengamankan sabu sebanyak, 2,6 kilogram”, sambungnya.

Dijelaskan, atas informasi masyarakat tim gabungan melakukan penyelidikan dan memastikan keberadaan para terduga serta kendaraan yang digunakan, setelah dipastikan selanjutnya kedua kendaraan tersebut diarahkan menuju Kantor KP3 Pelabuhan Lembar dan Dari hasil penggeledahan ditemukan lima paket besar berisi narkotika jenis sabu serta ekstasi merek superman, modus pelaku untuk mengelabui petugas, kelima paket besar berisi narkotika jenis sabu seberat 2,6 kilogram dan lima butir pil ekstasi tersebut, di simpan di badan samping mobil”, jelasnya.

Selain lima klip besar narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,6 kilogram, dua klip kecil sabu berat bruto 5 gram, dan lima butir pil ekstasi, barang bukti lain yang diamankan tim gabungan di antaranya, uang tunai sejumlah Rp 2 juta, sembilan buah handphone, dua unit mobil masing-masing Avanza warna hitam Nopol. BH 1892 HO, dan Isuzu Elf warna orange Nopol BA 7993 AO beserta bukti lainnya.

Atas perbuatannya, pelaku dan barang bukti di amankan Mapolda NTB dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun”, tutupnya. ( IBN )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed