oleh

Pipa Gas OTP Bocor, Fahrizal Efendi Nasution: OTP Diminta Bertanggung Jawab

PANYABUNGAN (HK) – Akibat bocornya pipa gas H2S milik perusahaan panas bumi yang ada di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara, Senin (25/01/2021) yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia dimana dua diantaranya adalah anak anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari lapangan lima orang korban meninggal dunia akibat gas beracun tersebut adalah Kaila Zahra (4), Yusniar (2), Suratni (45), dan Sahni (50) sementara satu orang korban lainnya berada di Puskesmas Sibanggor dimana ke lima korban meninggal dunia tersebut adalah warga Desa Dibangkit Julu.

Sementara paling sedikit 16 orang warga korban lainnya sedang dirawat intensip di RSUD Panyabungan dan pantauan dilapangan masyarakat sangat cemas dengan adanya kebocoran pipa gas perusahaan tambang panas bumi tersebut.

Menanggapi bocornya pipa gas perusahaan tambang panas bumi tersebut anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fahrizal Efendi Nasution kepada wartawan melalui telepon selulernya mengatakan sangat prihatin terhadap musibah yang menimpa warga masyarakat Desa Sibanggor Julu tersebut.

Selain itu Fahrizal juga menyampaikan pihak Perusahaan yaitu OTP Geothermal Pawer agar bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut, apalagi bocornya pipa gas milik perusahaan tersebut mengakibatkan korban jiwa masyarakat yang ada di sekitar perusahaan.

“Ini bukan persoalan biasa, untuk itu saya mengharapkan agar perusahaan dapat bertanggung jawab terhadap seluruh korban akibat bocornya pipa gas milik mereka tersebut,” ujar Fahrizal.

Dilanjutkan Fahrizal, kita berharap agar manajemen perusahaan kedepannya dapat bekerja lebih profesional, karena keselamatan warga sekitar perusahaan ataupun yang dilintasi pipa hasil pengeboran panas bumi harus dipertimbangkan oleh perusahaan.

“Apa yang terjadi sekarang ini adalah salah satu bukti kegagalan perusahaan, karena kita menilai perusahaan tidak bekerja secara profesional, untuk itu pihak perusahaan kedepannya harus lebih meningkatkan kinerjanya sehingga hal serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” ujar Fahrizal.

Kita melihat sekarang ini perusahaan baru seumur jagung, namun pipa milik mereka sudah mengalami kebocoran, tentu kita patut menduga kinerja perusahaan tidak profesional, Untuk apa perusahaan yang tidak profesional berada di Kabupaten Mandailing Natal.

“Bagaimana apabila perusahaan tersebut sudah lama berada di Kabupaten Mandailing Natal, tentu kita tidak bisa membayangkannya, untuk itu pemerintah harus dapat mengkaji lebih dalam lagi sehingga hal seperti ini tidak terjadi di masa yang akan datang, apalagi perusahaan tersebut akan lama beroperasi,” tambah Fahrizal.

Lebih lanjut disampaikan oleh Fahrizal, dia berharap agar aparat kepolisian dalam hal ini pihak Polres Mandailing Natal dapat mengungkap dan menyelidiki dan mengungkap tuntas penyebab bocornya pipa gas OTP Geothermal Pawer tersebut, kalau memang ini kelalaian pihak perusahaan tentu harus diberikan sangsi yang setimpal kepada perusahaan.

“Saya berharap agar pihak Kepolisian secepatnya melakukan penyelidikan dan menyampaikan kepada masyarakat hasil penyelidikan mereka sehingga masyarakat mengetahui penyebab bicornya pipa gas milik OTP Geothermal Pawer tersebut yang menelan korban lima orang dan belasan dirawat di Rumah Sakit,” ahiri Fahrizal.

Seperti diberitakan sebelumnya diduga pipa milik OTP Geothermal Pawer salah satu perusahaan tambang panas bumi yang ada di Desa Dibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara mengalami kebocoran sehingga masyarakat di wilayah lingkar tambang menghirup gas beracun, Senin (25/01/2021).

Akibat kebocoran pipa gas milik OTP Geothermal Pawer tersebut mengakibatkan warga di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Keracunan dikabarkan ada sebanyak 5 orang meninggal dunia dua diantaranya anak anak dan sebanyak 16 orang dirawat intensip di RSUD Panyabungan.

Sampai berita ini diturunkan belum diperoleh informasi penyebab terjadinya kebocoran pipa milik perusahaan tambang panas bumi OTP Geothermal Pawer di wilayah Kecamatan Puncak Sorik Marapi tersebut.

Pihak perusahaan yang dihubungi Krisna saat di hubungi lewat watsapp nya mengatakan, Saat ini pihak perusahaan bekerjasama dengan semua pihak melakukan penanganan untuk mencegah kejadian kembali.

“Mohon ditunggu untuk pernyataan dari perusahaan 🙏,” kata Krisna

Krisna saat di tanya soal adanya pipa yang bocor, krisna belum memberikan tanggapan atau penjelasan secara detil.

Peliput : Maradotang

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed