oleh

Pemuda Ini Gagal Nikah, Karena Miliki Sabu Seberat 3,3 kg

IKLAN ADS IKLAN ADS

MATARAM (HK). Pupus sudah rencana, SR alias Tio (25) warga Kelurahan Punia Kota Mataram yang seminggu lagi akan menikah. Pasalnya SR terlebih dahulu ditangkap tim gabungan Satres Narkoba Polresta Mataram dan Polda NTB karena memiliki Narkotika jenis Sabu-sabu seberat 3,3 kilogram pada 29 Juni 2020.

“Dari empat orang yang diamankan petugas hanya SR yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara tiga orang lainnya termasuk kekasih SR berinisial SY alias Cece ditetapkan sebagai saksi, dan hasil tes urine kakak SR dinyatakan (+) positif”, kata Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson kepada media, Jum’at (03/07/2020).

Elyas menjelaskan, dari pengakuan tersangka, awal mula terlibat bisnis narkoba di bulan Februari 2019, dia kenal dengan seseorang pengedar dan pemasok narkotika dan tertarik menjualkan barang harap tersebut mulai bulan Juni 2019. “Mulai jual eceran dulu, dari satu gram kemudian ons semakin banyak pelanggannya dan meningkat baru menjual kiloan”, tutur Kasat.

Dengan keuntungan yang didapat, SR terus menjalankan bisnis haramnya, satu gram sabu-sabu dijual seharga Rp. 1,8 juta Sebelumnya, sudah beberapa kilo yang berhasil dijual. “Makanya dia putar dulu uangnya sehingga Semakin banyak dia dapat keuntungan”, ungkapnya.

Terkait asal barang masih didalami petugas. Petugas memastikan mengembangkan kasus sabu-sabu ini ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembuktian terbalik pun disiapkan petugas karena penyidikannya berbeda , Indikasi TPPU yang dilakukan SR cukup meyakinkan, dengan profesinya sebagai karyawan distro gaji hanya Rp. 1,5 juta per bulan. Tetapi kenyataan berbalik, SR mampu membeli satu unit rumah harga Rp. 585 juta cash di daerah Bendega kota Mataram.

Tidak hanya rumah, barang beserta perabot mewah lainnya dibayar kontan, jadi kuat dugaan dari hasil menjual sabu-sabu, makannya semua barang ikut disita, selanjutnya akan di lakukan mentracing rekeningnya guna kepentingan penyelidikan TPPU’’, jelasnya.

Pengungkapan Narkotika jenis sabu-sabu dengan tersangka SR merupakan terbesar sepanjang sejarah di Provinsi NTB dan termasuk jaringan sindikat Narkoba antar Provinsi. Terancam dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 20 tahun penjara.

Peliput: Ibnu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed