Pemerintah Dinilai Lalai Terhadap Pendidikan di Madina

oleh

PANYABUNGAN (HK) – Menanggapi adanya Sekolah Dasar (SD) Negeri 107 Sopo Batu Kecamatan Panyabungan yang kekurangan ruang belajar sehingga satu ruang kelas dibagi untuk menjadi dua kelas juga sangat kekurangan mobiler, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal angkat bicara dan menuding Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dinilai lalai dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal.

Hal tersebut disampaikan oleh AS Imran Khaitamy Daulay salah seorang anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar kepada awak media, Sabtu (25/5).

Kita miris melihat kondisi Siswa SD Negeri 107 Sopo Batu yang harus belajar dua kelas dalam satu ruangan, karena kalau kondisi seperti itu bagaimana mungkin seorang siswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru dengan baik.

“Dalam tahun ini kita melihat ada rehab kantor Dinas Pendidikan dan pekerjaannya sedang dikerjakan oleh salah seorang kontraktor , sementaara di sisi lain fasilitas pendidikan sangat memperihatinkan, seperti salah satu contohnya SD Negeri 107 Sopo Batu,” katanya.

Kita ingatkan kembali, agar pemkab Madina serius memperhatikan pembangunan di sektor pendidikan ini sebagai salah satu sektor prioritas, baik di bidang sarana prasarana maupun dalam proses belajar – mengajarnya.

“Kondisi SDN 107 Sopo Batu Kec Panyabungan tersebut, tergolong memprihatinkan. Sangat tidak layak bagi berlangsungnya proses pendidikan yang baik bagi anak bangsa. Karenanya, kembali kita desak pemerintah agar segera menginfentarisir ulang sarana prasarana pendidikan kita untuk kemudian dapat ditingkatkan mutunya,” harap Imran.

Satu Ruang Kelas Disekat Menjadi Dua Kelas

Sekarang ini kita melihat Pemerintah lalai sehingga mengesampingkan yang prioritas dan mengedepankan yang tidak masuk skala prioritas, untuk itu jangan ketika disoroti maka disampaikan sudah masuk skala prioritas.

“Apa yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan melalui Kasi Sarana dan Prasarana bahwa sekolah SD Negeri 107 Sopo Batu sudah masuk skala prioritas dinilai hanya untuk menutupi publik saja, kalau memang tidak lalai kenapa baru sekarang mau dimasukkan dalam rencana,” ahirinya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kadis pendidikan Hj. Jamila melalui Kasi Sarana Prasarana Abdi Putra Negara Pulungan yang ditemui media ini mengatakan bahwa pada tahun 2019 ini SD 107 sudah masuk prioritas rehab,” sementara untuk penambahan ruangan belajar di tergetkan pada tahun 2020 akan selesai sehingga tidak ada lagi ruang belajar yang paralel”, sebutnya.

Namun disaampaikan oleh Abdi bahwa mereka juga mengharapkan kerja sama para Kepala Sekolah untuk lebih aktif mengisi data setiap sekolahnya, karena tanpa adanya kerja sama yang baik maka kita juga tidak bisa berbuat banyak.

“Pemerintah Pusat sangat mengharapkan agar para Kepala Sekolah mengisi data dapodik sekolahnya dengan baik, sehingga kita dapat mengajukan perbaikan sekolah tersebut ke Pemerintah Pusat sehingga dapat selesai dengan baik dan tuntas permasalahan satu sekolah tersebut,” ucapnya.

Sementara mengenai guru yang jarang masuk, jurnalis ini belum berhasil menemui Kepala Bidang yang membidangi guru untuk mempertanyakan konsekwensinya karena jarang masuk, sementara informasi yang didapat media ini guru tersebut justru tetap mengambil gajinya setiap bulannya. (Maradotang)

Baca Berita Terbaru
Pencuri Spesialis Barang di Kereta Api Ditangkap Polisi Labuhanbatu(HK)-Pencuri spesialis barang di kereta api, Yose
Penulis Togel Ditangkap Polisi, Bandar Kabur. Labuhanbatu(HK)-Unit Resum Sat Reskrim Polres Labuhanbatu tangkap penulis togel