oleh

Peduli Dampak Covid-19, Pemkab Madina Bagi Sembako Untuk Masyarakat

Keterangan foto : Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution saat memberikan bantuan sembako secara simbolik kepada masyarakat disaksikan Forkopimda Madina, Rabu (1/4) diruang kerjanya.  (Lubis)

Madina (HK) Peduli kepada masyarakat akibat dampak Corona Virus Disease – 19 (Covid-19). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) secara simbolis memberikan bantuan sembako untuk 10 Kepala Keluarga (KK) dari 500 KK yang ada di Kecamatan Panyabungan Kota, Rabu (1/4).

Pemberian bantuan sembako yang dilaksanakan diruang kerja Bupati Madina ini dihadiri Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, forkopimda Madina, Sekdakab Madina, Gozali Pulungan, Kapolsek Kota, AKP. Andi, Danramil 13 Panyabungan, Kapten Inf AK Harahap, Camat Panyabungan kota, Mhd Idris Batubara, alim ulama dan masyarakat penerima bantuan.

Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution disela acara pemberian sembako menyatakan sebagai umat beragama telah diberikan Allah SWT kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul dalam acara penyerahan bantuan sembako atas kepedulian pemerintah kepada masyarakat akibat wabah Covid-19.

Keterangan foto : Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution Ketika memberikan pesan kepada masyarakat penerima bantuan, Rabu (1/4). (Lubis)

“pemberitan bantuan sembako ini merupakan sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang mustaha’ untuk menerima bantuan sembako ini. Dan saya harap dengan pemberian bantuan ini jangan lagi ada saling menjatuhkan, apalagi saling menjelek-jelekkan”.sebutnya

Dan lanjutnya, pemberian bantuan sembako ini merupakan bagian infak 10 persen pejabat dari honor TPP mereka, yang dengan ikhlas diberikan untuk masyarakat kita yang membutuhkan karena tidak dapat bekerja akibat dampak Covid-19 guna membantu mencukupi ekonomi di keluarganya.

“Semoga saja, dengan adanya bantuan sembako ini dapat bermanfaat dan dapat membantu masyarakat kita yang sangat membutuhkan”.harapnya

Sementara itu Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan ini jangan dijadikan polemik ditengah masyarakat. Apalagi ada yang tidak dapat. Untuk itu saya berharap agar mari kita bersama-sama memberikan penjelasan dan pengertian kepada agar tidak ada yang merasa sakit hati atau tidak diperhatikan.

Keterangan foto : Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis saat memberikan bantuan sembako secara simbolik kepada masyarakat, Rabu (1/4). (Lubis)

“saat ini memang masih 500 KK yang diberikan bantuan oleh pemerintah. Dan tolong kita sama-sama berikan penjelasan kepada masyarakat bahwa bantuan ini akan berlanjut ke seluruh Kecamatan Di Madina yang memang masyarakatnya membutuhkan, karena dampak Covid-19 ini”.ujarnya

Dan yang paling penting tambahnya, untuk menghadapi dan mengantisipasi Covid-19 ini, kita harus selalu menjaga kebersihan diri. Dan pesan saya bagi kita ummat muslim agar selalu menjaga sholatnya, karena dengan berwudu’ diri kita akan selalu bersih.

Sebelumnya, Sekdakab Madina, Gozali Pulungan dihadapan Bupati menjelaskan bahwa bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat berupa beras 10 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, telor 1 papan yang diperuntukkan bagi 1 Kepala Keluarga (KK) dan akan dibagikan kepada 500 KK untuk kecamatan Panyabungan Kota serta akan dilanjutkan ke Kecamatan-kecamatan lainnya.

Lalu mengenai Kelurahan atau Desa yang masyarakatnya menerima bantuan untuk Kecamatan Panyabungan Kota ialah Kelurahan Panyabungan I 40 KK, Kelurahan Panyabungan II 75 KK, Kelurahan Panyabungan III 55 KK, Kelurahan Kayu Jati 49 KK, Kelurahan Kotasiantar 60 KK, Kelurahan Dalan Lidang 60 KK, Kelurahan Pidoli Dolok 55 KK, Kelurahan Sipolu-polu 64 KK dan Kelurahan Pasar hilir 40 KK dengan total 500 KK.

Kemudian lanjutnya, klarifikasi masyarakat yang berhak menerima bantuan sembako tersebut adalah masyarakat yang betul-betul kurang mampu akibat dampak wabah Covid-19, bukan warga penerima PKH dan bukan keluarga penerima program sembako atau bukan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), supir angkot, penarik becak, buruh cuci, buruh tani, pedagang kecil serta yang berkerja semerautan (mocok-mocok). (Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed