oleh

Minta Bagian Honor Guru Ngaji Desa Jayamukti, Ini Kata Kabag

Foto.Ilustrasi.

KARAWANG | HK JABAR – Pembagian uang honor yang diberikan pemerintah daerah Kabupaten Karawang kepada para guru ngaji pada masing-masing desa disinyalir bermasalah.

IKLAN (X)

Pasalnya, uang sebesar 1,2 juta setelah diterima oleh para guru ngaji, kemudian diduga diminta oleh oknum pegawai desa sebanyak 300 ribu, itu terjadi disalah satu desa di Kecamatan Banyusari.

Disampaikan salah satu tokoh pemuda Kecamatan Banyusari kepada wartawan mengatakan, guru ngaji di Desa Jayamukti setelah mendapat uang honor, rumahnya didatangi oleh salah satu pegawai desa dan salah seorang dari lembaga desa. Tujuannya antara lain, untuk meminta uang honor guru ngaji sebesar 300 ribu.

“Suami guru ngajinya bilang kesaya seperti itu,” ungkap tokoh pemuda yang meminta namanya tidak disebutkan, Minggu (16/05).

Dihari yang sama Kabag Kesra Kabupaten Karawang H.Matin saat dikonfirmasi perihal tersebut melakui Handphonenya mengatakan, bahwa yang dilakukan oknum pegawai desa dengan meminta uang honor guru ngaji itu adalah tidak dibenarkan.

“Tidak boleh begitu apalagi oleh aparatur desa,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal sangsi apa yang akan diberikan jika hal tersebut memang terjadi. Kabag enggan berkomentar dengan tegas.

“Belum dipelajari karena belum diketahui dengan pasti kasusnya seperti apa,” kata Matin.

Menanggapi hal itu Dewan Kehormatan Balai Musyawarah Indonesia (Bamuswari) Karawang, Jodi Setiawan, menyayangkan tindakan oknum perangkat desa tersebut. Menurutnya, ini sudah merusak citra pemerintah desa.

“Gak punya malu, masih mau aja uang honor guru ngaji. Harus ditindak orang seperti itu, jangan dibiarkan, nantinya keenakan,” ucap Jodi.

(Aep/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed