oleh

Menjelang Waktu Berbuka Puasa, Banyak Nasi Bungkus Dibagikan Oleh Para Dermawan

SEMARANG, (HK) – Saat sore hari mendekati waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan ini, banyak sekali terlihat para dermawan membagi-bagikan makanan untuk diberikan kepada sesama.

Seperti terlihat sore ini, Senin (18/5/2020) di wilayah Semarang Barat, tepatnya di jalan Raya Ngaliyan depan perumahan Permata Puri, nampak sebuah mobil Honda CR-V warna silver berhenti lalu membagi-bagikan nasi bungkus beserta air mineral kepada beberapa pemuda yang saat itu sedang istirahat di sebuah bengkel tambal ban milik Mbah No (panggilan akrab Sugiyatno).

IKLAN (X)

Dengan adanya seorang dermawan yang bagi-bagi nasi bungkus tersebut telah membuat beberapa orang merasa senang.

Foto: Bang Roni, saat memperlihatkan nasi bungkus beserta air mineral yang baru saja diterimanya dari seorang Dermawan yang lewat

Salah satunya adalah Bang Roni (50), seorang tukang parkir yang setiap hari berada di Ngaliyan itu merasa sangat senang karena mendapatkan nasi bungkus.

Pasalnya, buat dia, nasi bungkus itu bisa sedikit membantu dirinya dan kawan-kawan di saat mereka kesulitan mendapatkan penghasilan karena dampak pandemi Corona seperti saat ini.

“Sangat-sangat senang dan membantu sekali buat kami dan kawan-kawan. Kami di sini setiap sore sering mendapatkan nasi dari para dermawan yang lewat disini,” ungkap Bang Roni kepada hariankriminal.com.

Menurut Bang Roni, dalam situasi sulit seperti sekarang ini, dirinya tetap mencoba bertahan dengan bekerja seadanya. Terkadang dia bekerja menjadi tukang parkir, terkadang juga berjualan kelapa muda.

Hal tersebut dilakukannya karena saat ini dirinya sudah tidak bekerja lagi menjadi tukang parkir di sebuah swalayan yang tidak jauh dari tempatnya bekerja yang sekarang.

Untuk sekedar beristirahat melepaskan lelah, Roni setiap malam bahkan harus tidur di area warung tambal ban tersebut.

Penghasilannya yang minim, memaksa dirinya melakukan itu. Bagaimana tidak, semua itu ia lakukan karena penghasilannya tidak cukup untuk menyewa kontrakan rumah yang harganya sudah mahal di wilayah Ngaliyan.

“Saya setiap malam tidur di warung di atas meja ini. Untuk bantal saya pake ban motor ini. Kalau siang di sini banyak temannya, ada ojek online, sopir taksi dan lain-lain,” terang Bang Roni. (MM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed