Meningkatkan Ekonomi, PT Linggabayu Agro Tawarkan Kerjasama Dalam Pengembangan Peternakan Desa

oleh

Madina, (HK) – PT. Linggabayu Agro (LA) mengajak dan menawarkan program pengembangan peternakan sapi dan kambing kepada Desa yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Program pengembangan peternakan sapi dan kambing ini rencananya akan dilakukan bekerjasama dengan Pemerintahan Desa se -Kecamatan Linggabayu Kabupaten Madina guna pemanfaatan dan penggunaan Dana Desa (DD) yang lebih terencana dan terukur.

Pengamat Ekonomi Madina, Irwansyah Nasution menanggapi hal ini kepada Andalas, Senin (4/11) menuturkan, bahwa konsep Kerjasama yang ditawarkan PT LA kepada Desa tersebut dengan menggunakan alokasi dana desa sangat baik dan bagus dalam meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi desa sekaligus dalam membuka lapangan pekerjaan.

“sudah saatnya penggunaan Dana Desa dialokasikan untuk program yang dapat membantu ekonomi masyarakat. Dan bila project ini berjalan. Saya yakin, selain bisa menumbuhkan ekonomi desa, tentunya juga bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat itu sendiri sehingga dapat mengurangi pengangguran”.terangnya

Berita Terkait :  RSUD Bayu Asih Salahkan Input Admin Pemda Purwakarta

Masih Irwansyah, sebagai contoh dalam program pengembangan peternakan ini misalnya, setiap desa mengalokasikan dana sebesar Rp 100 juta untuk sapi anakan, kita katakan saja modal pembelian sapi anakan sebesar Rp 8 juta perekor. Nanti bila sudah cukup umur, sapi dijual seharga Rp 14 hingga Rp 15 juta perekor. Nah, Keuntungan inilah yang nantinya akan dibagi.

Dan keberadaan perusahaan nantinya akan berperan dalam menyiapkan teknologi yang mumpuni dalam pengelolaan peternakan sapi dan kambing, sekaligus akan menyiapkan kandang serta lahan untuk menyiapkan pakan ternak,” terangnya.

Berita Terkait :  Kapolda Metro Jaya Awali Peletakan Tiang Pancang Pembangunan Gedung Polres Metro Bekasi Kota

Seperti yang kita ketahui saat ini lanjutnya, kebutuhan daging sapi di Kabupaten Madina cukup besar, apalagi untuk keperluan hari raya qurban. Dimana seperti yang kita ketahui selama ini bahwa ribuan ekor sapi setiap pelaksanaan hari raya qurban selalu didatangkan dari luar daerah.

Belum lagi dalam mengatasi ketidaksanggupan daerah memenuhi kebutuhan daging sapi di rumah potong. Nah, bila program peternakan ini sudah berjalan. Kedepan saya yakin tentunya bisa membantu memenuhi kebutuhan daging untuk rumah potong hewan maupun keperluang hari raya qurban”.ungkapnya. (Lubis)

Baca Berita Terbaru
Purwakarta, (HK) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013, tentang tenaga kerja lokal,(TKL) dianggap tidak
PAKPAK BARAT (HK) - Menjelang Natal Thn 2019, tradisi Masyarakat Indonesia yaitu mudik, Dalam melaksanakan