oleh

MA Darul Mursyid Peroleh Juara Harapan II di Olimpiade MLC Tingkat Nasional 2020 Yang Diselenggarakan Universitas Airlangga

Keterangan Foto: Tim LMC utusan PDM foto bersama dengan guru pembina bidang study Matematika Darul Mursyid ( Kiri : Evy Maida Siregar, Tengah: Azfa Riziq Ritonga, Kanan : Muhammad Fadhli Siregar)

TAPSEL (HK) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) yang beralamat di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan kembali menorehkan prestasi sainsnya pada Olimpiade Math And Logic Competitio (MLC) Tingkat Nasional 2020 yang di gelar oleh Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang berlangsung secara online, di mulai pada tanggal 11 oktober 2020 lalu.

IKLAN ADS

Demikian disampaikan oleh Evy Maida Siregar sebagai guru pembina dan pendamping tim PDM yang bertanding pada event ini, Kamis (12/11/2020).

Evy juga menyatakan bahwa pelaksanaan event ini sangat menarik, selain olimpiadenya ber skala nasional, tehnik pelaksanaannya juga sedikit berbeda dari kompetisi yang lain yang telah mereka ikuti sebelumnya. Pada event MLC ini peserta yang ikut bertanding di bentuk per tim, dan setiap sekolah boleh mengutus lebih dari satu tim, setiap tim beranggotakan dua orang. Juga terdapat beberapa babak untuk penyeleksian lomba.

“setiap sekolah boleh mengutus lebih dari dua tim untuk peserta MLC yang beranggotakan maksimal dua orang setiap tim. PDM membentuk dua tim sesuai ketentuan, yakni tim satu oleh Muhammad Fadhli Siregar dan Azfa Riziq Ritonga, tim dua oleh Ahmad Rian Syaifullah dan Muhammad Tharik Aulia Rahman. Kedua tim inilah yang menjadi utusan PDM yang sudah ikut serta berkompetisi di MLC tingkat nasional 2020.

Sedangkan untuk penyeleksian lomba dibagi menjadi tiga babak yakni, pertama babak penyisihan, kedua babak semifinal, ketiga babak final. Babak penyisihan berlangsung pada Minggu 11 Oktober 2020. Yang mana seluruh utusan tim tiap-tiap sekolah tingkat SMA/MA seluruh Indonesia berkompetisi, dan di nyatakan 40 team lolos ke babak semifinal, Alhamdulillah diantaranya adalah kedua tim utusan PDM. Babak semifinal berlangsung pada Sabtu 07 November 2020, pada babak ini, 40 tim yang sudah lolos dari babak penyisihan berkompetisi lagi merebut nilai tertinngi dan yang dinyatakan masuk final sebanyak lima tim. Alhamdulillah satu tim diantaranya adalah utusan PDM. Minggu 08 November 2020 ke lima tim peserta final berkompetisi lagi, dan Alhamdulillah tim utusan PDM peroleh juara harapan II yakni atas nama ananda kita Muhammad Fadhli Siregar dan Azfa Riziq Ritonga”, jelas Evy dengan rinci.

Ahmad Suhaeli Pulungan sebagai Wakil Direktur bidang Akademik PDM mengaku sangat bersyukur dan sangat berbangga atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya diajang MLC tingkat nasional 2020 ini, Ia juga tidak lupa menyampaikan harapan baik untuk kedua anak didiknya.

“Syukur Alhamdulillah, anak – anak kami kembali mengukir prestasi di ajang MLC ini. Ajang olimpiade yang begitu bergengsi yang pastinya di ikuti banyak sekolah-sekolah ternama yang ada di Indonesia ini. Sebuah kebanggan tersendiri bagi kami, karena olimpiade Math And Logic Competition (MLC) tingkat nasional untuk pertama kalinya PDM ikuti dan langsung menghasilkan prestasi yang sangat membanggakan yaitu juara harapan II. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat (motivasi) belajar bagi seluruh anak-anak kami. Baik yang sudah peroleh prestasi untuk di tingkatkan lagi, maupun yang sedang berjuang memperoleh prestasi” ungkap Suhaeli penuh syukur dan bangga.

Pada kesempatan yang sama Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) juga mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas prestasi demi prestasi yang diukir oleh anak didiknya. Ia juga terus memotivasi para santrinya agar terus mengikuti event-event olimpiade sains walaupun harus dilaksanakan secara online. Karena menurutnya pengalaman itu sangat penting karena bisa menjadi bahan evaluasi dan tolak ukur bagi mereka sebagai pesantren yang konsen di bidang prestasi sains.

“Subhanalloh, prestasi demi prestasi yang ditorehkan anak didik kami diberbagai event tingkat nasional semakin banyak. Ini merupakan hasil belajar keras mereka selama ini. Buktinya, walaupun pertama kalinya mengikuti event olimpiade LMC ini, Alhamdulillah langsung peroleh prestasi yang membanggakan ungkap Jafar penuh semangat.

Saya selaku kapten PDM terus memotivasi para santri kami dan juga guru-guru pembina agar tetap semangat membara dan terus mengikuti event olimpiade dimanapun dan dengan model bagaimanapun baik online maupun secara langsung. Sepanjang kompetisinya dianggap objektif dan berkualitas, maka ikuti saja lanjut Jafar.

Salah satu yang menjadi alasan bagi Jafar Syahbudin Ritonga, DBA yang juga sebagai dosen Pascasarjana di Universitas Medan Area ini mengatakan bahwa mereka (PDM) ingin mengangkat derajat pesantren di bidang sains. Mereka ingin buktikan bahwa pesantren juga bisa bersaing bahkan unggul dibanding sekolah umum lainnya dalam prestasi sains.

“PDM akan menjadi wakil pesantren pada event-event olimpiade sains. Karena biasanya pesantren selalu dianggap sebelah mata jika berkompetisi di bidang sains. Namun setelah kami hadir dan telah berulang kali meraih prestasi sains baik di tingkat provinsi, regional dan hingga tingkat Nasional. Kini masyarakat mulai percaya bahwa pesantren ternyata bisa bersaing dan bahkan unggul di bidang sains dibandingkan sekolah umum”, pungkasnya.

Peliput : Maradotang

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed