oleh

Luar Biasa, Prestasi Siswa MTs Darul Mursyid mampu bersaing di KSN-P Jenjang SMA/MA

Keterangan Fhoto : M Thariq Aulia Rahman dan Azfa Rizik kedua dan ketiga dari kiri berphoto bersama rekannya Santri PDM yang lolos ke KSN tingkat Nasional 2020.

TAPSEL (HK) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) yang beralamat di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali berhasil mengantarkan siswanya sebanyak 8 (delapan) orang lolos Kompetisi Sains Nasional tingkat Propinsi (KSN-P) 2020 jenjang SMA/MA.

Teknis pelaksanaan KSN-P dan regulasinya untuk tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya kita mengikuti ujian secara langsung, tahun ini kita ikuti secara daring yang pastinya terkesan lebih sulit, demikian disampaikan Hendra Irwandi Siregar sebagai Kepala Divisi Pembinaan Kejuaraan Sains Darul Mursyid.

“Regulasi peserta KSN jenjang SMA/MA tahun ini boleh di ikuti peserta didik kelas IX SMP/MTs, kelas X dan XI SMA/MA. Dari 8 (delapan) orang utusan PDM yang lolos di KSN-P jenjang SMA/MA, 2 ( dua) orang merupakan peserta didik yang masih duduk di kelas IX MTs yakni Muhammad Thoriq Aulia Rahman Lubis dan Azfa Riziq Ritonga yang sama-sama memenangkan bidang studi Matematika” ungkap Hendra.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa keberhasilan kedua anak didiknya itu memperoleh tiket di KSN-P menuju KSN-N mereka anggap sebuah perolehan yang luar biasa dan hasil yang cukup membanggakan” tambahnya.

Menurut penuturannya, Hendra menyatakan bahwa penyelenggra/panitia KSN menggunakan sistem penilaian dengan passing grade. Mereka juga menyatakan bahwa untuk bidang study Matematika yang lolos passing grade hanya 5 (lima) orang di Provinsi Sumut ini dan tiga orang di antaranya merupakan siswa PDM sebut Hendra dengan bangga.

Hendra juga menyatakan bahwa Muhammad Thoriq Aulia Rahman Lubis dan Azfa Riziq Ritonga sebagai peserta KSN yang masih duduk di kelas IX MTs namun mampu bersaing bahkan memenangkan prestasi di KSN-P jenjang SMA/MA. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka karena memiliki kesempatan lebih banyak lagi untuk memenangkan prestasi di Kompetisi Sains Nasional (KSN) pada tahun berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Yusri Lubis sebagai Direktur PDM ketika ditanya tentang apa rahasia dibalik kesuksesan anak didiknya dalam meraih prestasi dikancah Nasional bahwa ternyata ada tahap seleksi bagi peserta didik PDM agar bisa menjadi utusan PDM ke KSN.

“Kita memiliki teknik filterisasi peserta didik yang akan mengikuti KSN yaitu dimulai dari pembentukan kelompok belajar per bidang sesuai bakat dan minat peserta didik, selanjutnya kita adakan test seleksi secara internal. Mekanisme test seleksi kita lakukan sebanyak dua kali, yang mana hasil test pertama dan test kedua kita akumulasi. Sehingga bagi siswa yang memperoleh nilai paling tinggi itulah yang menjadi utusan kita ke KSN.

Yusri Lubis juga menyampaikan agar seluruh siswa-siswinya tetap bersyukur atas prestasi demi prestasi yang berhasil ditorehkan. Ia juga memberika motivasi kepada siswanya yang memperoleh prestasi di KSN-P agar tetap tawadhu.

“Alhamdulillah mari bersama kita ucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang masih memberi ananda kesempatan untuk ikut serta dan memperoleh prestasi di KSN-K lanjut KSN-P dan semoga juga memperoleh hasil terbaik di KSN-N nanti, Aamiin”, ungkap yusri penuh harap.

Lebih lanjut Yusri juga berharap agar Prestasi yang di peroleh anak didiknya saat ini adalah bukan semata-mata hasil usaha dan belajar keras semata, namun ada juga faktor yang lain seperti do’a dan dukungan dari orangtua serta Guru-guru pembimbing bahkan tema-teman disekitarnya.

“Harapan saya, agar ananda semua tetap rendah hati ,beradab yang baik dan menjadi contoh tauladan bagi teman-teman kalian yang belum punya kesempatan sama seperti kalian. Perlu juga kalian ketahui bahwa menjadi anak olimpiade bukan jaminan untuk kesuksesan kalian, akan tetapi ini menjadi jembatan untuk menguji mental dan menjadi pengalaman berharga buat kalian, kalau prestasi yang kalian peroleh boleh kita katakan iyalah sebuah bonus. Ingat ananda kita harus memposisikan adab di atas ilmu”, tegas yusri mengakhiri.

Sementara itu, Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM juga mengungkapkan rasa syukur dan bangga sekaligus mengapresiasi pencapaian santrinya yang masih duduk di kelas IX MTs mampu bersaing juga memperoleh prestasi di KSN-P jenjang SMA/MA tahun ini.

“Alhamdulilah usaha dan do’a ananda berdua (Muhammad Thoriq Aulia Rahman Lubis dan Azfa Riziq Ritonga) membuahkan hasil yang cukup memuaskan, selain membanggakan kedua orangtuanya masing-masing juga telah mengharumkan nama baik Pesantren Darul Mursyid, nama baik Kabupaten Tapanuli Selatan dan semoga mereka juga bisa mengharumkan nama Sumut di kancah nasional. Saya melihat perkembangan potensi diri pada kedua siswa kami ini sangat baik dapat di lihat dari sekian banyak event olimpiade sains yang telah mereka ikuti sangat jarang tidak memperoleh prestasi.

Semoga prestasi demi prestasi yang mereka peroleh tidak membuat mereka kehilangan jati diri. Kami juga sebagai pengasuh dan pendidik di PDM ini tidak akan bosan memberikan motivasi agar tetap konsisten bahkan ditingkatkan lagi dalam hal ibadah dan prestasi untuk mencapai tujuan PDM yaitu menjadi “ Sekolah Pencetak Juara Olimpiade Sains Yang Berakhlakul Karimah”. Pungkas Jafar yang merupakan alumni S3 USM Penang Malaysia ini.

Peliput : Maradotang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed