oleh

Latihan Gabungan Water Rescue Perdana Relawan Kemanusiaan Se-Kabupaten Subang Ditutup

Latihan Gabungan Water Rescue Perdana Relawan Kemanusiaan Se-Kabupaten Subang Ditutup

SUBANG – Banjir pada bulan Februari 2021 di beberapa wilayah di Kabupaten Subang mendorong Forum Kordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D) untuk mengadakan kegiatan Latihan Gabungan Water Rescue Relawan Kemanusiaan se-Kabupaten Subang.

Kegiatan yang mulai diselenggarakan pada hari sabtu (03/04/2021) dan berakhir pada hari minggu (04/04/2021) kemarin diikuti sejumlah relawan kemanusiaan dari beberapa Ormas dan OKP yang ada di Kabupaten Subang.

Pemberian materi dan teknik dalam penyelamatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan di darat maupun air.

Penutupan Latihan Gabungan Water Rescue Relawan Kemanusiaan se-Kabupaten Subang dipimpin oleh Khairul Anwar, S.E., Wakil Ketua I, untuk melaporkan kepada Darmanto, Ketua FKP3D Jabar (Pembina), bahwasannya kegiatan yang diadakaan oleh FKP3D Subang di Situ Nagrog Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden yang di laksanakan telah selesai dilaksanakan. Darmanto melepaskan tanda pengenal dan berikan piagam kepada 35 orang peserta.

“Walaupun diadakan secara mandiri tapi alhamdulilah kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Saya ucapkan terimakasih kepada Relawan Pasundan Subang, Karang Taruna Desa Sukamulya, Barisan Relawan Arul, Kamseng Sumurama, Quick Respons sebagai penggas sekaligus panitia kegiatan ini,” ucap Erwin D, Ketua Pelaksana.

Erwin juga berterimakasih atas partisipasi FKP3D Jabar, Basarnas, FKP3D Cirebon, FKP3D Karawang, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupten Subang, Taruna Siaga Bencan (Tagana), Dinas Perhubungan (Dishub), Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Sukamulya serta semua pihak yang terlibat dan mensukseskan acara latihan gabungan.

“Semoga ilmu yang didapatkan oleh para relawan kemanusiaan dalam Latihan Gabungan Water Rescue ini bisa bermanfaat khususnya bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan pada umumnya. Apa yang di peroleh di pelatinan dasar ini semoga dapat diaplikadikan di wilayah masing-masing,” pungkas Darmanto.
(Wahyudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed