oleh

KPK Diminta Usut Dugaan Penyalah Gunaan Dana UPSUS Jagung di Madina TA 2015

IKLAN ADS IKLAN ADS

PANYABUNGAN (HK) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinimta untuk mengusut dungaan penyalah gunaan dana batuan dana UPUSUS Jagung di Kabupaten Mandailing Natal sebesar Rp 1.321.750.000, kerena dana milyaran rupiah yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat pada Tahun 2015 yang lalu tersebut diduga disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal.

Berdasarakan penelusuran di lapangan kepada Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (HIPAJAGIN) Cabang Mandailing Natal Mutinggo Busye mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya bantuan pemerintah kepada petani jagung di Kabupaten Mandailing Natal.

“Kita sudah melakukan penyelidikan di lapangan ternyata para petani jagung tidak pernah mendapatkan bantuan pupuk pada tahun 2015 yang lalu, seperti yang disampaikan oleh Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (HIPAJAGIN) Cabang Mandailing Natal Mutinggo Busye,” ujar Amrul Sekrataris Lembaga Indepanden Pengawas Anggaran Negara (LIPAN) Madina.

Ini merupakan suatu bukti bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal menyalahgunakan dana bantuan Pemerintah pusat tersebut, sehingga sudah sewajarnya KPK turun ke Kabupaten Mandailing Natal ini untuk mengusut penggudaan dana tersebut.

Berdasarkan informasi yang kita terima bahwa pada tahun 2015 yang lalu Pemerintah Pusat melalui Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian telah menganggarkan di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1.321.750.000 untuk bantuan pupuk dalam rangka UPSUS jagung di Kabupaten Mandailing Natal dan sebanyak 250.000 Kg pupuk,” sebut Amrul Hadi.

Lebih lanjut disampaikan Amrul bahwa ini merupakan pintu masuk bagi KPK untuk memeriksa sejumlah penyelewengan yang ada pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal.

“Dimana ketua HIPAJAGIN Mandailing Natal mengakui bahwa Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal tidak pernah menyalurkan bantuan pupuk pada tahun 2015 yang lalu kepada anggotanya,” tegas Amrul.

Kita juga mendapatkan informasi bahwa selain bantuan pupuk kepada para petani jagung tersebut masih banyak lagi bantuan yang berasal baik dari tingkat pusat maupun tingkat provinsi yang tidak sampai kepada para petani.

“Seperti pada tahun 2015 yang lalu para kelompok tani penerima bantuan irigasi yang disebut JIDES mendapatkan bantuan pupuk, namun ironisnya bantuan pupuk tersebut hanya diterima oleh kelompok penerima JIDES tahap pertama sementara yang masuk pada tahap kedua tidak menerima bantuan pupuk,” urai Amrul.

Kita berharap kepada Bupati Mandailing Natal untuk dapat segera mengkaji ulang kinerja dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandialing Natal tersebut, karena apabila tidak segera di efaluasi oleh Bupati maka dikwatirkan akan berdampak buruk kepada Kepemimpinan Bupati.

“Saya yakin apabila tidak secepat mungkin dilakukan oleh Bupati efaluasi terhadap kinerja Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal maka masyarakat akan menilai kepemimpinan Bupati Drs Dahlan Hasan Nasution buruk, dan dituding melindungi para koruptor, padahal Bupati selalu mendengung dengungkan untuk pemberantasan terhadap KKN di Kabupaten Mandailing Natal ini,” akhirinya.

Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal Taufik Zulhandra Ritonga yang dikonfirmasi tidak berhasil dan ketika dihubungi ke telefon selulernya tidak aktif. (Maradotang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed