oleh

Kisah Guru Ngaji Cacat Dengan Kaki Palsu Yang Rusak

Madina, (HK) – Cacat Pisik tidak Mengurangi Semagat Seorang Pemuda Untuk Mengajari Ilmu Agama Kepada anak_anak yang ada Di Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara, Jum”at (9/4/2021).

Meski tidak sempurna ia tidak prustasi dalam menjalani hidup, Cacat pisik tidak membuatnya lemah dan menggantungkan hidup pada belas kasihan orang lain seperti halnya yang sering kita temukan dijalanan.


Bermodalkan ilmu agama yang ia pelajari di pesatren sekitar tiga tahun lalu, sejak itu Ahyar (29) Hampir setiap malam berjuang mendidik anak-anak yang ada di desanya untuk belajar mengaji Alqur’an dirumah orang tuanya, kegiatan ajar mengajar ilmu Agama ini sudah berjalan 4 tahun.

Ahyar menceritakan, “Sebelumnya ia tidak cacat!. Seperti kondisi sekarang ini, awalnya pada tahun 2014, ia mengalami kecelakaan kerja di Provinsi Riau 7 tahun lalu.

“Atas insiden itu, Saya dan orang tua sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyembuhkan, namun tidak juga mendapatkan hasil, meski dengan berat hati terpaksa kedua tangan dan kaki sebelah kanan saya harus diamputasi “ujarnya

“Mengajar mengaji anak-anak di desa sudah 4 tahun berlalu, awalnya saya mengajar dari rumah satu ke rumah yang lain dengan sistem keliling. tapi sekarang sudah tidak keliling lagi karena kaki palsu bantuan dari dinsos yang saya pakai sudah rusak dalam dua tahun ini, sekarang mengajar dirumah saja dan jumlah anak didik saya sebanyak 40 orang “Sebutnya

Pantauan awak media, kaki palsu bantuan dinas sosial sekitar 4 tahun lalu ini sudah rusak, dari sebagian alat bantu ini tampak diganjal dengan kayu agar bisa tetap dipakai meskipun tidak maksimal.

Kepada pemerintah dan juga sahabat yang berhati dermawan saya berharap kita dapat mendukung untuk membantu atau mengganti kaki palsu saudara ahyar si guru mengaji tokoh pendidik ini.

(Syahren)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed