oleh

Kepsek SDN Sumurgede I Klarifikasi Terkait Pemaksaan Uang Perpisahan

Foto. Kasek SDN Sumurgede I, Hasan S, Pd. 

KARAWANG, JAWA BARAT –
Terkait pemberitaan yang dianggap menyudutkan bahwa SDN Sumurgede I Kecamatan Cilamaya Kulon dituding memaksa meminta uang perpisahan kepada siswa membuat kaget Hasan S. Pd selaku kepala sekolah.

Kepada media ini Hasan menyampaikan klarifikasinya, bahwa semua itu terjadi hanya karena kesalah pahaman komunikasi saja.

“Tidak ada maksud ataupun arahan dari pihak sekolah untuk meminta uang perpisahan secara memaksa. Perpisahan itu bagian akhir dari kegiatan siswa kelas VI, jadi sekolah gimana orang tua siswa aja, mau ada perayaan atau tidak pada acara perpisahan itu,” ungkap Hasan, Senin (20/05/2019).

Menurut Hasan, pihak sekolah hanya menyampaikan kebutuhan kegiatan perpisahan kepada komite sekolah. Adapun, selanjutnya komite meminta bantuan dana kepada para orang tua siswa itu adalah hal yang wajar.

“Itukan ada berita acara hasil rapat orang tua dengan komite sekolah. Kalau sekolah tidak terlibat secara langsung pada rapat itu. Kalau memang ada orang tua yang keberatan, kenapa tidak disampaikan pada saat rapat, atau datang kesekolah temui saya,” kata Hasan.

Untuk penghimpunan dana Ujar Hasan, semua diserahkan kepada komite sekolah dan tidak benar jika sumbangan itu diwajibkan dengan nominal tersebut.

“Bagi yang memang tidak mampu, tentu kami tidak memaksakan, silahkan mau nyumbang berapapun se kemampuan wali murid, atau tidak sama sekali, untuk lebih jelasnya silahkan datang langsung kesekolah temui saya,” pungkas Hasan. (One/HK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed