oleh

Kejatisu Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Cetak Sawah di Madina TA 2012

PANYABUNGAN (HK) – Cetak sawah Tahun Anggaran (TA) 2012 yang terletak di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu dan di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu tercium aroma korupsi pasalnya hingga sekarang ini cetak sawah tersebut diduga tidak berfungsi dengan baik, hal ini terbukti dengan sampai sekarang ini lahan cetak sawah tersebut banyak yang tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat petani di kedua lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat bahwa lokasi cetak sawah yang dibuka pada TA 2012 yang lalu tersebut merupakan lahan persawahan masyarakat, yang artinya lokasi nya adalah lahan yang sudah lama digarap oleh masyarakat petani di kedua lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan pihak Kejaksaan Madina sudah lama malakukan penyelidikan dugaan korupsi cetak sawah tersebut, dimana pada beberapa bulan yang lalu Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal Taufk Zulhandra Ritonga sudah dimintai keterangannya.

Kajari Madina yang dihubungi melalui telefon selulernya pada waktu itu melalui Kasi Intel Kejaksaan Madina M. Iqbal membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi cetak sawah TA 2012 yang lalu.

“Sekarang ini kita sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi cetak sawah tahun 2012 yang terdapat di dua lokasi yakni di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu dan Desa Huta Puli Kecamatan Siabu,” ujar Iqbal yang dihubungi pada waktu itu.

Lebih lanjut disampaikan oleh Iqbal bahwa pihaknya minggu depan akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan kemungkinan minggu depan akan ada yang kita panggil lagi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah libur hari raya idul fitri minggu depan kita jadwalkan akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang yang terkait cetak sawah TA 2012 yang lalu,” akhiri Iqbal.

Ditempat terpisah penggiat pertanian Mandailing Natal S. Nasution yang dimintai tanggapannya tentang cetak sawah di Kabupaten Mandailing Natal mengatakan, bahwa menilai cetak sawah yang ada di Kabupaten Mandailing Natal ini diduga gagal total, karena sampai sekarang ini belum ada hasil dari cetak sawah yang menelan biaya millyaran rupiah tersebut.

“Sampai sekarang ini kita belum ada mendengar hasil pertanian dari cetak sawah yang menelan biaya millyaran rupiah tersebut,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, bahwa kalau dibandingkan dengan luas lahan yang sudah dicetak tersebut sudah sewajarnya lahan pertanian bertambah di Kabupaten Mandailing Natal ini.

“Memang beberapa waktu yang lalu kita sudah mendengar bahwa pihak kejaksaan Madina melakukan penyelidikan tentang kasus cetak sawah ini, namun ironisnya sampai sekarang ini tidak tahu bagaimana perkembangannya, untuk itu langkah baiknya kasus cetak sawah ini diambil alih oleh pihak Kejatisu,” harapnya.

(Maradotang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed