oleh

Karang Taruna dan Masyarakat Pasar Pasar VI Natal Somasi Akun Face Book Raja Bangun Nasution

PABYABUNGAN (HK) – Postingan Akun Face Book Raja Bangun Nasution terkait jembatan Natal menuju Batahan yang mengatakan sudah lama selesai dibangun dan informasi di tengah tengah masyarakat yang pembangunannya mangkrak adalah berita bohong atau HOAX mendapat respon negatif dari masyarakat dan Karang Taruna di Desa Pasar VI Natal Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal.

Dimana di dalam Postingan akun facebook Raja Bangun Nasution juga mengatakan bahwa foto yang di posting adalah foto lama juga salam dua periode, akibat postingan tersebut masyarakat dan Karang Taruna desa pasar VI Natal melayangkan surat keberatan yang ditujukan kepada pemilik akun face book Raja Bangun Nasution dengan nomor surat 06/KT-KT/X/2020 tanggal 17 Oktober 2020.

Berdasarkan surat yang diterima oleh redaksi hariankriminal.com dari Ketua Karang Taruna Pasar VI Natal yang ditanda tangani oleh Ketua Karang Taruna Lawaul Hamdi Nasution, BPD Pasar VI Natal M. Rasyid, Pemangku Adat Ridwan, Tokoh Masyarakat M. Syafii dan Tokoh Agama Maksus yang semuanya ditanda tangani.

Dimana berdasarkan surat yang diterima redaksi mereka atas nama karang taruna dan masyarakat desa Pasar VI Natal keberatan dengan postingan saudara Raja Bangun Nasution pada tanggal 14 Oktober 2020.

Mereka mengatakan bahwa potongan saudara Raja Bangun Nasution telah memancing kemarahan fari beberapa masyarakat, dan tidak terima dengan postingan saudara Raja Bangun tersebut.

“Maka dari itu kami selaku karang taruna, dan masyarakat pasar VI natal meminta saudara Raja Bangun meminta maaf secara terbuka kepada kami masyarakat Kecamatan Natal.

Ketua Karang Taruna Pasar VI Natal yang dihubungi Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 22.00 Wib melalui telepon selulernya mengatakan selaku ketua karang taruna pasar VI Natal mewakili pemuda dan masyarakat, tidak terima dengan pernyataan saudara raja bangun tersebut, karena kami sendiri yang merasakannya bertahun-tahun dan menyaksikan langsung seperti apa kondisi jembatan tersebut.

“Pembangunan jembatan tersebut hingga saat ini belum juga rampung, dimana pembangunannya pada tahun 2016 lalu, tetapi hingga tahun 2019 belum juga bisa dilalui, setelah adanya pembangunan jalan lintas natal-batahan, barulah kontraktor membuat jembatan bantu untuk melewatkan matetialnya, dan masyarakat bisa menggunakan jembatan tersebut, tetapi sekarang jembatan tersebut sudah di bongkar kembali, dan di ganti dwngan timbunan tanah yg dilakukan oleh si kontraktor, tetapi itu cuma timbunan asal-asalan yang sewaktu-waktu bisa roboh, karena tidak ada penyangga kiri dan kanan,” terang Ketua Karang Taruna tersebut.

Dan sampai sekarang belum ada inisiatif pemda untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut, tetapi kenapa saudara raja bangun nasution bisa-bisanya berkata, bahwa keresahan kami selama ini tentang jembatan tersebut hanya hoax.

“Keterangan saudara raja bangun Nasution itu yang mengatakan keresahan kami selama ini tentang jembatan tersebut hanya hoax. Kondisi di lapangan hingga sekarang ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan sekarang ini,” ucapnya.

Peliput : Maradotang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed