oleh

Ini Penjelasan Kades Huta Godang Muda hingga Sebut Warga yang Protes adalah Lawan Politik

Madina (HK),- Kepala Desa (Kades) Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Arpin Lubis menanggapi persoalan terkait pembagian bantuan sosial yang diprotes oleh warganya.

Arpin Lubis mengatakan, bahwa pembagian bantuan sebesar Rp,150 ribu per orang sudah berdasarkan hasil keputusan musyawarah di desanya.

“Itu sudah sesuai dari hasil musyawarah di sini dan kenapa baru sekarang diprotes? Kenapa enggak waktu di musyawarah,” kata Arpin Lubis yang dikonfirmasi pada Rabu (03/06/2020) malam melalui selulernya.

Kades menerangkan, sebelumnya yang mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari Kemensos akibat dampak Covid-19 ada sebanyak 42 orang di desanya. Sementara yang menjadi penerima bantuan BLT yang bersumber dari dana desa ditetapkan sebanyak 102 orang/KK.

Namun, kata Kades, masyarakat desanya protes dan seterusnya meminta bantuan dari pemerintah tersebut supaya dibagi rata. Hal itu agar semua masyarakat dapat merasakan bantuan pemerintah akibat dampak pendemi Covid-19.

Dilanjutkan Kades, untuk menyikapinya mereka melaksanakan musyawarah di desa. Dan hasil keputusannya bahwa jumlah uang dari BST dan BLT digabungkan. Seterusnya, bakal dibagikan secara merata kepada semua masyarakat yang belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Dari data yang kita kumpulkan ada sebanyak 613 orang yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Dan jumlah BST dan BLT yang digabungkan tadi kita bagikan merata. Jadi masing-masing akhirnya mendapat sebesar Rp,150 ribu,” jelas Kades.

“Jumlah itu sebenarnya masih nombok, namun untuk kebaikan bersama agar semua bisa mendapat” timpalnya sembari mengklaim bahwa sebanyak 613 orang yang mendapat bantuan tidak ada yang termasuk kategori penerima bantuan PKH juga tidak ada yang berstatus sebagai PNS.

Arpin juga menyebutkan bahwa warganya yang protes dan melapor ke Polres Madina hanya segelintir orang dari jumlah warga secara keseluruhan yang setuju terkait pembagian bantuan tersebut.

“Yang protes tadi cuma berkisar sepuluh orang. Mereka itu adalah lawan politik yang tidak suka sama saya di sini. Lagian mereka kenapa baru pas sekarang protes, kenapa enggak waktu di musdes. Kan, mereka hadir juga waktu itu,” ketus Kades. (Rul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed