oleh

Imam Rinaldi Nasution, Wasekjen PB HMI Kritik Satgas Penanganan Covid di Madina

MADINA (HK),- Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Wasekjen PB HMI) Imam Rinaldi Nasution menyampaikan kritik terhadap Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Menurutnya, tim Satgas Penanganan Covid-19 itu masih kurang optimal dalam mensosialisasikan pencegahan dan pengendalian penyebaran Virus Covid-19 terhadap masyarakat secara langsung.

Selain itu, sistem ketidakterbukaan informasi terhadap pasien yang terkonfirmasi positif yang diterapkan, justru menjadi kendala dalam memutus mata rantai penyebaran Virus tersebut.

“Sebaiknya sosialisasi langsung ke masyarakat itu lebih dioptimalkan lagi. Dan keterbukaan informasi saya pikir sangat penting supaya penyebaran Virus itu dapat cepat dicegah dan diputus,” kata Imam Rinaldi Nasution, Kamis (5/11).

Lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini menjelaskan bahwa keterbukaan informasi pasien yang terkonfirmasi Covid kepada masyarakat dinilai sangat penting karena akan mempermudah dalam penanganannya. Selain itu juga akan lebih cepat dalam mengantisipasi penularannya.

“Namun sebelum hal itu dilakukan, masyarakat terlebih dahulu harus mendapatkan penjelasan, tim Satgas di setiap Kecamatan dan Desa harus terjun memberikan sosialisasi tentang Virus ini. Jangan kesannya ditutup-tutupi sehingga membuat masyarakat jadinya semakin takut. Di satu sisi kan pemerintah mau menyuarakan bahwa pasien Covid ini bukanlah aib. Bagaimana masyarakat tidak takut kalau informasi saja terkesan masih tertutup,” paparnya.

 

Imam juga menyesalkan terkait penanganan Covid di Kecamatan Kotanopan. Berdasarkan informasi yang ia peroleh pada Rabu tanggal 04 November kemaren ada sebanyak 6 orang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kotanopan.

Namun, hanya sebagian yang dibawa dan diisolasi di tempat yang disediakan oleh pemerintah di Panyabungan. Padahal semua pasien itu seharusnya diisolasi ke tempat yang sudah disediakan.

“Masyarakat kita belum semuanya mendapatkan penjelasan tentang penanganan Covid ini. Masih banyak masyarakat yang tidak bersedia untuk diisolasi. Menurut saya hal ini terjadi lantaran masyarakat masih kurang mendapatkan sosialisasi, baik dari tim Satgas Covid sendiri maupun dari instansi terkait lainnya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Kotanopan dr Wuyandari membenarkan bahwa ada pasien yang tekonfirmasi positif Covid-19 belum bersedia untuk diisolasi ke tempat yang disediakan oleh pemerintah di Panyabungan.

“Iya, 7 orang pasien yang terkonfirmasi positif Covid di Kotanopan, dua orang sudah di Panyabungan di Hotel Madina Sejahtera diisolasi, empat orang lagi masih di Kotanopan, satu lagi ibu hamil menyusui baru keluar hasil,” kata dr Wuyandari saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).

dr Wuyandari mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan upaya untuk dapat membujuk agar pasien yang terkonfirmasi positif itu mau diisolasi di Panyabungan sesuai dengan aturan Satgas Penanganan Covid.

“Masih diupayakan dan dibujuk, ada beberapa pertimbangan karena pasien ada yang masih menyusui. Namun itupun keputusan bukan sama pihak puskesmas, kita hanya mengkonseling. Semua terlibat didalamnya,” ujarnya menanggapi sembari meminta menanyakan hal itu ke Kapolsek Kotanopan.

Hingga berita ini ditulis, Kapolsek Kotanopan AKP Indra Sakti Siregar belum berhasil dimintai keterangannya. Nomor selulernya belum menjawab meski sudah berulang kali dihubungi sejak Kamis malam. (Harahap)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed