oleh

HUT ke-28 Darul Mursyid “Opung’s Happiness Is Everything For PDM”

Keterangan Foto : HUT PDM ke 28 berlangsung pada 15 Maret 2021 di lapanga basket PDM.

 

TAPSEL (HK) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28, Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) memilih tema “Opung’s Happiness Is Everything For PDM”. Sebutan Opung merupakan sebutan kasih sayang seluruh keluarga besar Darul Mursyid kepada Ketua Badan Pendiri Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yakni Bapak Almarhum Drs.H.Ihutan Ritonga beserta Ibunda Hj.Riana Siregar.

Acara HUT PDM ke-28 berlangusung pada 15 Maret 2021 lalu di Lapangan Basket PDM. Dalam kesempatan acara tersebut turut hadir, Wakil Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran, KPw BI Sibolga Aswin Kosotali, Polres Tapanuli Selatan Ardi Abdullah, Brimob Tapsel M.Panggabean, BRI Padang Sidimpuan Wisnoto, Penerbit Grafindo Padang Sidimpuan Agussalim Siregar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Irhamuddin Siregar, PT.North Sumatera Hydro Energy di wakili Nurul Ain Nita, Koramil SD.Hole A.Danil, Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga, Ketua Dewan Dakwah Indonesia (DDI) . Hadir juga Ketua Ikatan Alumni Darul Mursyid (IKADM) Indonesia Akpol Yasir Ahmadi. Hal ini disampaikan oleh Yusri Lubis yang menjabat sebagai Direktur PDM. Demikian disampaikan Asep Safa’at Siregar sebagai Kepala Divisi Humas dan Pemberdayaan Umat PDM kepada Wartawan, Rabu (17/03/2021).

Asep menambahkan bahwa berdasarkan tema acara HUT PDM ke 28 yakni Opung’s Happiness Is Everything For PDM yang di artikan bahwa kebahagian opung segalanya untuk warga PDM. Sehingga dalam peringatan HUT PDM ini, lebih condong menyampaikan segala prestasi yang di raih PDM sebagai bentuk persembahan kepada opung yang telah bersusah payah mendirikan dan membangun PDM hingga menjadi sebesar saat ini, dan namanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia karena torehan-torehan prestasi sains mulai dari skala Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Dan opung juga menjadi motivator bagi seluruh warga PDM.

Lebih lanjut Asep menjelaskan rangkaian acara tersebut merupakan acara inti “ Acara puncak HUT PDM ke 28 ini terdiri dari beberapa sub item acara yaki pertama, penyerahan bucket bunga sebagai kado dari santriwati kepada opung diiringi lagu jamrud yang juga dimainkan oleh band santri putri PDM. Kedua, menyayikan lagu hall of Fame oleh santri putra juga penyerahan bucket bunga kepada opung. Ketiga, penyerahan kado ulang tahun PDM dari jajaran Guru Karyawan PDM dan dari Ikatan Keluarga Alumni Darul Mursyid, dan kado spesial berupa Piala dan Medali Penghargaan dari Divisi Pembinaan Kejuaraan Sains (PKS) PDM yang dalam moment ini juga disampaikan bahwa Pesanten Darul Mursyid mampu untuk tetap konsisten bahkan untuk memperoleh prestasi di berbagai event olimpiade sains. Hal ini dapat dilihat dari data perolehan prestasi dari tahun 2019 hingga sekarang (2021). Papar Asep sambil merincikan. Pada tahun 2019 perolehan medali sebanyaka 251 medali yakni terdiri dari emas sebanyak 128 medali, perak 63 medali, perunggu 60 medali. Pada tahun 2020 peroleh sebanyak 143 medali yang terdiri dari emas 87 medali, perak 27 medali, perunggu 29 medali, Alhamdulillah perolehan medali ini dari olimpiade secara daring yang di karenakan pandemic. Sedangkan untuk tahun ini(2021) dari awal januari hingga sekarang kami telah peroleh medali sebanyak 40 medali yang terdiri dari emas sebanyak 20 medali, perak 40 medali dan perunggu 12 medali. Alhamdulillah jumlah keseluruhan 434 medali yang telah kami peroleh yang artinya juga sudah 434 kali peserta didik kami catatkan prestasi di berbagai event olimpiade sains baik tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional yang secara langsung sudah mengharumkan nama baik Darul Mursyid di mata masyarakat luas,”

Dalam acara HUT PDM juga diresmikannya beberapa fasilitas PDM untuk mendukung kemajuan PDM yakni peresmian rumah produksi terpadu PDM Coffe oleh KPw BI Sibolga, peresmian lapangan paralayang Darul Mursyid oleh Federasi Aero –Sport Sumut, peresmian Gerai ATM BRI, peresmian pelebaran Masjid Hj.Khadijah oleh bapak sekretaris umum Yaspenhir, peresmian gedung baru asrama putri oleh Direktur PDM, launching project Agro wisata PDM oleh Wakil Direktur bidang Bisnis dan Usaha PDM, penyerahan bantuan bibit kopi gratis dari Lembaga Pemberdayaan Umat (LPU) kepada para petani binaan juga penyerahan bantuan program GINJU kepada masjid-masjid yang ada di Sumatera Utara.

Sementara itu Jafar Syahbudin Ritonga DBA sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM menjelaskan sejarah perkembangan PDM

“Semenjak berdirinya PDM ini, sudah mengalami bebara fase yakni pertama disebut masa Inisiasi 1993-1998, masa kedua disebut masa Pancaroba 1998-2002, masa ketiga sebagai masa Transisi 2002- 2007, dan masa ke-empat disebut sebagai New Face Darul Mursyid tahun 2010-2018. Sekarang (2021) masuk ke fase kelima. Setelah pencapain Visi dan Misi dari masa ke masa, kini PDM ingin melangkah lebih maju lagi, sehingga bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tapi sebagai lembaga pemberdayaan umat. Penentuan visi-misi pesantren kami buat lebih rinci, lebih jelas, terarah dan terukur, yang dimana Misinya Menjadi Pelopor Kejayaan Peradaban Islam Di Sumatera Tenggara pada Akhir 2023. Sementara Visinya Menjadi Center of Islamic Excellence (Pusat Kejayaan Peradaban Islam) di wilayah Tabagsel raya atau Sumatera Tenggara tahun 2023.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan transformasi sesuai visi-misi PDM di latarbelakangi pemikiran bahwa dalam Islam orang yang paling baik dan mulia adalah orang yang paling berguna bagi orang banyak. Maka karena itu Transformasi PDM bertujuan untuk menjadi lembaga pemberdayaan umat. Jika selama ini melalui program sosial, kami sudah banyak membantu masyarakat Sumut, seperti pembangunan mesjid, pembangunan fasilitas umum (MCK), membantu pesantren dan rumah tahfidz, memberikan infak kepada panti asuhan (rutin dan tidak rutin), memberikan beasiswa pendidikan kepada Pendidikan Kader Ulama (PKU) Sumut, insentif kepada guru mengaji di desa sekitar PDM, memberikan dana kepada para petani, peternak, pedagang kaki lima. Sumber dana berasal dari Gerakan Infak Jum’at (Ginju) yang kini mencapai Rp25 juta setiap Jum’at. Infak tersebut terkumpul dari infak guru dan Karyawan sekitar 150 orang, siswa sekitar 750 orang, di motivasi dan dikelola secara baik dan transparan. Dengan program ini, PDM telah mengubah imej kalau biasanya pihak pesantren meminta sumbangan, kali ini pesantren memberikan bantuan, bahkan jumlahnya tidak sedikit.

Masih menurut Jafar bahwa PDM tidak mau berhenti disitu, PDM ingin lebih jauh. Tidak sekedar memberikan bantuan materil tapi juga peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumut, salah satu langkah yang ditempuh PDM lagi yaitu memberi kesempatan masyarakat untuk ikut serta memanfaatkan fasilitas PDM, seperti Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) dan Perpustakaan, Kegiatan belajar Komputer dan membaca buku-buku yang telah tersedia diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih, karena pada dasarnya kita tau orang yang tidak mau atau tidak mampu mengikuti zaman maka akan tergilas zaman.

Guna mendukung program keummatan tersebut PDM telah merintis usaha baru yang sudah berusia 2 tahun yakni didirikannya Pabrik Kopi. Keberadaan pabrik ini bukan hanya menampung hasil panen para petani kopi tapi juga melakukan pembinaan-pembinaan cara budidaya kopi hingga menghasilkan panen yang berkualitas. Diharapkan dengan usaha Kopi PDM ini bisa menambah pembiayaan program keummatan PDM kedepan.

Dalam kata sambutannya Jafar mengungkapkan menyampaikan ucapan syukur dan bangga atas keberkahan umur opung yang hingga saat ini tetap bisa menjadi panutan dan bisa berkontribusi untuk kemajuan dan kejayaan PDM “Alhamdulillah atas Rahmat Allah SWT, kita masih diberi kesempatan untuk merayakan HUT PDM ke 28, alhamdulillah yang tidak terhingga hingga saat ini opung ( Ibunda Hj.Riana Siregar) masih bersama kita dalam menata PDM untu kemajuannya” .

Peliput : Maradotang

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed