oleh

HUT ke-27, Darul Mursyid Menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat

Keterangan Foto:

Dari kiri ke kanan : Ketua MUI Simalungun Abdul Halim Lubis, Ketua KNPI Hajrul Aswat Siregar, Tokoh Masyarakat Ramli Ritonga, Ketua Ikatan  Keluarga Alumni Darul Mursyid (IKADM) Indonesia Akpol Yasir Ahmadi, Anggota DPRD Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Ketua Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) Jafar Syahbudin Ritonga DBA, Bupati TapseSyahrul M PasaribuPimpinan Komisi VII  DPR RI  Gus Irawan Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel  Husin Sogot Simatupang, Ketua Badan Pendiri Yaspenhir Hj.Riana Siregar, Kepala BNNK Tapsel AKBP Siti Aminah Siregar, Direktur PDM Yusri Lubis, Wakil Direktur Bidang Non Akademik PDM  Ali Ibrahim Siregar.

 

TAPSEL (HK) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27, Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) yang beralamat di Desa Sidapdap Simanosor kecamatan SD.Hole, kabupaten Tapanuli Selatan menyelenggarakan cara HUT ke-27 di lapangan Basket PDM pada tanggal 15 Maret 2019 lalu.  

Dalam  kesempatan acara tersebut turut hadir, Pimpinan Komisi VII  DPR RI yaitu Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel yaitu Husin Sogot Simatupang, Anggota DPRD Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Ketua MUI Simalugun, Kakan Kemenag Simalungun, Kepala BNNK Tapsel AKBP. Siti Aminah Siregar, Kadis pendidikan yakni Amros Karangmatua, Kadis Pertanian Bismark Maratua, Kadis PMPTSP Sofyan Adil, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar. Hadir juga Ketua Ikatan Alumni Darul Mursyid (IKADM) Indonesia Akpol Yasir Ahmadi. Hal ini disampaikan oleh Yusri Lubis yang menjabat sebagai Direktur PDM beberapa waktu lalu

Yusri juga mengatakan dalam sambutannya, dari sejak awal berdirinya PDM di tahun 1992 dan mulai  beroperasi sejak 15 Maret 1993 hingga sekarang, perjalanan hidup PDM dari tahun ke tahun tidaklah berjalan mulus-mulus saja, kadang kala ada masa-masa sulit yang di alami PDM. Tapi semua keadaan itu tidak membuat semangat PDM surut, hingga sekarang terus berbenah untuk mencapai visi tahun2023 yaitu menjadi  Centre Of Islamic Excelence di Sumatera Tenggara pada tahun 2023. Artinya manfaat keberadaan PDM harus lebih luas sebagai aktualisasi islam rahmatan lil’alamin. Ia juga menceritakan secara rinci perkembangan PDM dari masa ke masa.

“PDM didirikan oleh Bapak   Almarhum Drs.H.Ihutan Ritonga beserta Ibunda Hj.Riana Siregar, pada tahun 1992 dan mulai beroperasi tahun 1993. Sedangkan nama Pesantren Darul Mursyid diambil dari nama Bapak, yang pada saat diambil dari Gelar Haji Mursyid. Akan tetapi pada tahun 1997 beliau  meninggal dunia. Dengan rasa penuh tanggung jawab Pesantren ini  diambi alih dan diteruskan oleh bapak Jafar Syahbudin Ritonga DBA yang merupakan anak tunggal Almarhum, walaupun basic dan pengalaman beliau belum ada di bidang ini, akan tetapi tetap optimis bahwasanya  bisa  meneruskan perjuangan ayahanda beliau.    Kini di tangan dinding beliau, PDM mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Semenjak berdirinya PDM ini, sudah mengalami bebara fase yakni  pertama disebut masa Inisiasi 1993-1998, masa kedua disebut masa Pancaroba 1998-2002, masa ketiga sebagai masa Transisi 2002- 2007, dan masa ke-empat disebut sebagai New Face Darul Mursyid tahun 2010-2018. Sekarang (2020) masuk ke fase kelima. Setelah pencapain Visi dan Misi dari masa ke masa, kini  PDM ingin melangkah lebih maju lagi, sehingga bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tapi sebagai lembaga pemberdayaan umat. Penentuan visi-misi pesantren kami buat lebih rinci, lebih jelas, terarah dan terukur, yang dimana Misinya  Menjadi Pelopor Kejayaan Peradaban Islam Di Sumatera Tenggara pada Akhir 2023. Sementara Visinya Menjadi Center of Islamic Excellence (Pusat Kejayaan Peradaban Islam) di wilayah Tabagsel raya atau Sumatera Tenggara tahun 2023,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Jafar Syahbudin Ritonga DBA sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM juga memberi penjelasan singkat tentang arah, tujuan dan program – program yang sudah ada untuk pencapaian visi dan misi di tahun 2023  nantinya.

“Tujuan transformasi  sesuai visi-misi PDM di latarbelakangi pemikiran bahwa dalam Islam orang yang paling baik dan mulia adalah orang yang paling berguna bagi orang banyak. Maka  karena itu  Transformasi PDM bertujuan untuk menjadi lembaga pemberdayaan umat. Jika selama ini melalui program sosial, kami sudah banyak membantu masyarakat Sumut, seperti pembangunan mesjid, pembangunan fasilitas umum (MCK), membantu pesantren dan rumah tahfidz, memberikan infak kepada panti asuhan (rutin dan tidak rutin), memberikan beasiswa pendidikan kepada Pendidikan Kader Ulama (PKU) Sumut, insentif kepada guru mengaji di desa sekitar PDM, memberikan dana kepada para petani, peternak, pedagang kaki lima.” terangnya.

Sumber dana  berasal dari Gerakan Infak Jum’at (Ginju) yang kini mencapai Rp22,5 juta setiap Jum’at. Infak tersebut terkumpul dari infak guru dan Karyawan sekitar 150 orang, siswa sekitar 700 orang, di motivasi dan dikelola secara baik dan transparan. Dengan program ini, PDM telah mengubah imej kalau biasanya pihak pesantren meminta sumbangan, kali ini pesantren memberikan bantuan, bahkan jumlahnya tidak sedikit.

Masih menurut Jafar bahwa PDM tidak mau berhenti disitu, PDM ingin lebih jauh. Tidak sekedar memberikan bantuan materil tapi juga peningkatan kualitas SDM masyarakat Sumut, salah satu langkah yang ditempuh PDM lagi yaitu memberi  kesempatan masyarakat untuk ikut serta memanfaatkan fasilitas PDM,  seperti  Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) dan Perpustakaan, Kegiatan belajar Komputer dan membaca buku-buku yang telah tersedia diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih, karena pada dasarnya kita tau orang yang tidak mau atau tidak  mampu mengikuti zaman maka akan tergilas zaman.

Guna mendukung program keummatan tersebut PDM telah merintis usaha baru yang sudah berusia 1 tahun yakni didirikannya Pabrik Kopi. Keberadaan pabrik ini bukan hanya menampung hasil panen para petani kopi tapi juga melakukan pembinaan-pembinaan cara budidaya kopi hingga menghasilkan panen yang berkualitas. Diharapkan dengan usaha Kopi PDM ini bisa menambah pembiayaan program keummatan PDM kedepan.

Bahkan dalam rangkaian acara HUT ke 27 PDM yang meriah tersebut ada acara sesi Penyerahan bibit kopi 10.000 batang kepada masyarakat dan pemberian dana pembinaan petani nenas di Sipahutar. Hal ini menjadi bukti bahwa PDM kini bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tapi telah menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat. Untuk itu, PDM menurut Jafar membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua lembaga umat harus bersatu padu untuk kejayaan Islam di Sumut. (Maradotang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed