oleh

HUMAS : PERINTAH PIMPINAN, WARTAWAN TIDAK BOLEH MASUKI AREA BIS PT. MAYASARI BAKTI

Kabupaten Bekasi (HK). Humas PT. Mayasari Bakti, yang mengaku bernama Tumbur Nainggolan kepada Kabiro Bekasi Media HK membantah keras dugaan para warga dan petani dari RW 06, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat yang menyatakan selama ini Perusahaan Bis dan Angkutan Ekspedisi Terbesar di Kabupaten Bekasi itu tidak pernah membuang limbah oli dan kemasan plastik bekasnya untuk mencemari kali/ tali pengairan persawahan warga dan petani, Rabu (16/9).

“Oli bekas kami itu laku dijual, masak kami buang. Sudah ada yang mengambil dan membelinya. Untuk seluruh sampah disini (PT.Mayasari Bakti dan PT. Duta Media Mandiri), sampahnya diangkut sama tukang angkut kebersihan. Tidak ada yang dibuang ke Sungai atau pengairan. Apa lagi setiap hari Sabtu seluruh karyawan di PT. Mayasari Bakti ini harus kerja bakti, yang tidak ikut saya tegur dan kasih SP. mana mungkin ada Limbah Oli Bekas dan Limbah Kemasan Plastik yang tercecer yang di buang ke Sungai atau Pengairan Petani, saya tahu aturan Amdal itu,” tutur Tumbur Nainggolan.

Hasan selaku Kepala HRD yang juga merupakan atasan Tumbur Nainggolan, sudah menyampaikan hasil rapatnya dengan pihak Pimpinan sekaligus Pemilik PT. Mayasari pada tanggal 15 September 2020 yang lalu dan sudah menginformasikannya kepada Tumbur Nainggolan mengenai penyampaian solusinya.

“Intinya kami hanya mengizinkan pihak Polisi dari Polsek Cikarang Barat saja yang boleh masuk dan
memeriksa, Wartawan dan lainnya tidak kami izinkan masuk apalagi photo-photo, meskipun untuk konsumsi publik (berita berimbang) di media atau lainnya, saya juga mantan wartawan tahu itu,” jelas Humas PT. Mayasari Bakti itu lantang.

“Sudah banyak data-data yang telah kami berikan, sudah banyak lokasi yang diphoto-photo dan sudah banyak pula karyawan PT. Mayasari Bakti yang diperiksa dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Pihak Polsek Cikarang Barat. PT. Mayasari Bakti ini bersih. Kalau pun ada Oli bekas yang sampai ke kali itupun karena tetesan dari mesin. Wajarlah… tidak mungkin bekas oli kami mencemari lingkungan,” tegasnya.

“Selama tidak adanya laporan tertulis dari warga atau siapapun kepada pihak kepolisian, atau lainnya, maka perkara ini hanya akan mengambang dan menggelembung begitu saja, bang. Tidak akan pernah bisa masuk ranah pengadilan,” tantang Tumbur Nainggolan kepada Kabiro Bekasi Media HK.

Namun apa yang ditantang oleh Tumbur Nainggolan terbukti meskipun ada laporan warga dan petani, bila hanya lewat lisan ke aparat dan pemberitaan media seribu kalipun dari Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi ini tidak ada pengaruhnya bagi Perusahaan PT. Mayasari Bakti,

Seusai pertemuan dengan Humas PT. Mayasari Bakti, Kabiro Media HK mencoba mencari lokasi limbah yang pernah dishare oleh Zainal (dari Forum pemuda RW 06), ternyata lokasinya ditemukan berdekatan dengan tembok PT. Mayasari Bakti.

Kebetulan di dekat tembok PT. Mayasari Bakti ini insan Media HK bertemu dengan Pengurus dan beberapa orang anggota Ranting BPPKB Banten Kelurahan Telaga Asih bersama beberapa orang warga dan petani (Iman dan Nanang) yang juga menyaksikan dan membuktikan banyaknya Limbah B3 di Sungai tersebut.

“Kalau hujan turun, sampah plastik kemasan dan limbah oli bekas inipun sering dibuang ke kali ini. Sudah bertahun tahun seperti ini,” kata Yayat geram.

Tumbur Nainggolan dan Hasan selaku Kepala HRD Perusahaan angkutan itu saat ditelepon soal temuan Limbah B3 yang diduga berasal dari PT. Mayasari Bakti itu tidak mau angkat teleponnya.

Di Whatsapp lewat WA dan SMS ke HP pribadinya mereka meskipun sudah terkirim dan diterima, cuma dibaca seperti koran saja masih belum direspon.

Para Petani dan warga masyarakat RT 05 dan RT 07 dari RW 06, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat berharap, semoga para aparatur tiga pilar baik di tingkat Muspika, Muspida maupun Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup, segera menindak lanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum. Sesuai dengan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup dan demi “MEWUJUDKAN KEBERHASILAN SWASEMBADA PANGAN NASIONAL”, sebagaimana harapan Presiden Republik Indonesia, Bpk. Joko Widodo. (Bahal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed