oleh

Hakim Kabulkan Gugatan Pengacara terhadap Mantan Kliennya

Jakarta (HK). Pengacara menggugat kliennya mungkin suatu kasus tidak lazim terjadi, tapi kenyataannya hal ini dialami, Swardi Aritonang SH, MH dari Kantor Hukum Swardi Aritonang SH, MH & Partners menggugat mantan kliennya Akmal Zandra karena tidak membayarkan honor atau sukses fee atas penunjukannya menjadi kuasa hukum mengurus sengketa permasalahan jual beli unit ruko, dimana klien saya sebagai Developer membangun beberapa ruko untuk dijual. Dan, jual beli Akmal Zandra Penjual dengan Ranti Prihatin sebagai pembeli terjadi perselisihan yang menurut pengacara pembeli waktu itu terkait biaya mengurus pemecahan sertifikat dan kekeliruan penulisan identitas di PPJB, sehingga tidak dapat disetujui oleh pihak bank guna proses KPR di Bank untuk pembayaran tahap berikutnya.

“Singkat cerita, klien saya tidak jadi digugat setelah melalui upaya negosiasi dengan Pengacara pembeli yang telah mensomasinya beberapa kali dan berakhir dengan perdamaian, ruko tersebut juga sudah laku dipasarkan kepada pihak ketiga, namun setelah masalahnya beres mantan klien saya pun menghilang. Setelah dicari cari dan ditemukan malah membantah dan tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan,

Padahal saya sebetulnya sudah mengurangi sukses fee tersebut dari 10 % menjadi 5 % dari harga obyek perkara baik dari pelunasan oleh pihak pembeli mau pembatalan dengan menjual kepada ketiga, sebagaimana perjanjian jasa hukum yang disepakati namun mantan klien ini malah berkelit sukses fee hanya didapat dari pelunasan sedangkan dari awal harapannya sendiri kepada pembeli lebih baik dibatalkan karena sudah lama sekali tidak ada titik temu dan KPR di Bank sudah ditolak jelas Swardi Aritonang kepada media Hariankriminal.com, Selasa (22/09/2020).

“Ini juga bukan sekedar tentang honor pribadi saja, tapi jauh lebih kepada perlindungan hukum terhadap hak-hak Advokat yang dijamin UU sebagaimana Pasal 21 ayat 1 UU 18/2003 Advokat berhak menerima Honorarium atas Jasa Hukum yang telah diberikan kepada Klien”, sambung Swardi.

Masih Swardi, sebenarnya tidak terpikir untuk menggugat namun, dukungan partner Bang Koten dan kuasa hukum pembeli Abdul Haris SH yang dulunya lawan malah bersedia membantu menjadi saksi dipersidangan dan mendorong saya untuk menggugat.

“Atas dukungan kawan-kawan, Alhamdulillah hari ini gugatan dikabulkan Hakim PN Tangerang. Putusan majelis hakim ini bukan sekedar pemenuhan hak honor. Akan tetapi tentang perlindungan profesi yang sudah diatur oleh UU dan martabat pengacara sebagai profesi”, ucapnya. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed