H. Aswin Tidak Bisa Tunjukkan SIUP OP Galin C, Faisal : Penegak Hukum Segerah Turun Kelapangan

oleh -200 views

Madina, (HK) – Sangat disayangkan PT Karya Muda Nasional yang berlokasi di Desa Tambang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara tidak bisa menunjukkan Izin SIUP OP saat di konfirmasi tim harian kriminal.com pada Selasa sore (24/3/2020). Padahal perusahaan tersebut sudah cukup lama beroperasi.

H. Aswin ‘selaku pemilik’ hanya bisa menunjukkan izin Eksplorasi kepada media ini saat di konfirmasi, sedangkan SIUP OP saat di tanya tidak dapat menunjukkannya, Aswin mengatakan Siup op masih di Medan. Hal ini menjadi tanda tanya besar buat redaksi.

Namun, yang sangat di sayangkan, penegak hukum di Sumatera Utara diam terkait Galin C milik H. Aswin yang kini beroperasi diduga tanpa ada izin operasional (SIUP OP ).

Ketua umum Lembaga Monitoring Hukum dan Anggaran Republik Indonesia (LMHA-RI) Binsar. D. S.D.R.K saat dimintai tanggapannya terkait Galin C yang diduga belum mengantongi SIUP OP melalui telepon selulernya di Jakarta mengatakan, Pihak penegak hukum di Sumatera Utara jangan diam, hukum itu harus di tegakkan.

“Kalau perusahaan Galin C tidak memiliki izin operasional itu harus di tindak, sesuai UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara,”Kata Binsar.

Binsar juga mengatakan, kalo Galin C belum mengantongi izin Operasional itu bisa di pidana sesuai ketentuan UU No 4 Tahun 2009.

“Pasal 160 mengatakan, setiap orang yang mempunyai IUP Eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi produksi dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,”jelasnya.

Terkait Hal itu Sekretaris Korps Alumni HMI “KAHMI” Mandailing Natal Faisal Ardiansyah berharap Pihak yang berwenang dalam hal ini Kepolisian segera turun kelapangan untuk menertipkan Galin C yang terindikasi tidak memiliki izin.

“jangan nanti tercipta stikma di masyarakat aparat hukum melakukan pembiaran. Sementara posisi seseorang di mata hukum itu harus dalam posisi Egalitarian, artinya semua punya posisi dan porsi yang sama di mata hukum,”Kata Paisal.

Seperti yang diberitakan sebelumnya :

Terkait izin Operasional (SIUP OP) PT Budi Karya Indah di Desa Banjar maga, Kecamatan Ranto Baek dan PT Karya Muda Nasional yang berlokasi di Desa Tambang Bustak, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara diduga belum ada izin OP.

Pasalnya, surat izin yang dikirim oleh pemilik Perusahaan ‘Raksasa’ H. Aswin Parinduri ke Watsapp Redaksi Hariankriminal.com masih izin Eksplorasi bukan izin OP.

Namun H. Aswin mengatakan, untuk Izin OP masih di Medan dan belum bisa di ambil akibat adanya wabah Virus Corona.

“Izinnya sudah keluar tapi masih di Medan, berhubungan ini masih ada virus kita belum bisa ke medan, nanti kalo sudah di Madina izinnya adinda akan saya TLP supaya saya tunjukkan izinnya,”Kata Aswin.

Namun aneh, Aswin juga sempat melontarkan ucapannya kalau izin Galin C nya ada di Watsapp, kalo memang ada di Watsapp kenapa tidak di kirim bersama izin Eksplorasi yang ia kirim ke Watsapp Redaksi. Malah iya mengatakan kalo izinnya masih di Medan.

Ketua DPC Lembaga Monitoring Hukum dan Angggaran Republik Indonesia Kabupaten Madina Bung Aritonang saat di mintai tanggapannya mengatakan, kalo perusahaan ‘Raksasa’ milik Aswin masih belum memiliki izin Eksplorasi kenapa bisa beroperasi.

“Sepengetahuan saya izin Eksplorasi itu masih pengurusan izin tahapannya, Habis Eksplorasi baru UKL/UPL nya, baru izin OP nya,”Kata Aritonang.

Seperi diberitakan sebelumnya :

Dua perusahaan ‘raksasa’ di Mandailing Natal diduga tidak memiliki izin galian C, Selasa (24/4/2020).

Perusahaan ‘raksasa’ tersebut yang diduga tidak memiliki izin galian C yakni PT Karya Muda yang berlokasi di pinggir sungai Batang gadis Kecamatan Kotanopan dan PT Budi Karya di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal.

Pemilik kedua perusahaan ‘raksasa’ yang diduga tidak memiliki izin galian C tersebut Aswin Parinduri saat dikonfirmasi, Selasa (24/4/2020) mengatakan bahwa Perusahaan miliknya itu sudah memiliki izin galian C, bahkan Aswin juga mengatakan izinnya dua yang keluar yakni PT Karya Muda dan PT Budi Karya.

” Kita dua yang keluar izinnya satu PT Karya Muda dan PT Budi Karya yang beralamat di Lingga Bayu dan di pinggir sungai Muara Batang Gadis,”Kata Aswin.

Aswin juga mengatakan, bahwa izin galian C yang dimiliki kedua perusahaannya tersebut di keluarkan oleh KPTSP Provinsi Sumatera Utara.

“Izin galian C kita sudah keluar dari Dinas KPTSP Provinsi Sumatera Utara karena yang mengeluarkan izin adalah dari Provinsi Sumatera Utara,” jelas Aswin.

Bahkan Aswin juga mengungkapkan, bahwa izin perusahaannya sedang di perpanjang dan sudah keluar di Medan.

“Izin kita masih di perpanjang dan sudah keluar, saat ini masih di Medan,”terang Aswin.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh hariankriminal.com dari PPID Pembantu Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara bahwa berdasarkan surat izin yang dikeluarkan oleh DPMPPTSP Provinsi sumatera Utara ada sebanyak enam pemegang IUP OP di Kabupaten Mandailing Natal.

Namun di data yang diperoleh tersebut tidak ada ditemukan atas nama PT Karya Muda Dan PT Tamiang Karya dan PT. Budi Karya. Bersambung (Red)