oleh

Grebek Dusun Sukatani, Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Mendapat Perlawanan Masyarakat.

Ket.Gambar : Ketiga Tersangka Saat Diamankan Di Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu.(doc/humas)

 

Labuhanbatu (HK) – Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK.,MH melalui Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu, SH.,MH menerangkan tentang keberhasilan Sat Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap Satu Pengedar dan dua pemakai Narkoba berkat aduan masyarakat di aplikasi nomor layanan Sat Narkoba.

Ketiga tersangka ditangkap menindaklanjuti adanya aduan masyarakat melalui nomor Layanan hotline Sat Res Narkoba yang sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama yg berbunyi,
“Bandar sabu yang ada dikampung saya yang kini sedang merajalela, Kecamatan Kualuh Leidong Desa Kelapa Sebatang ,yang saat ini sedang banyak orang jual sabu dikampung saya, saya hanya bisa bagi informasi , tolong bantu kampung kami pak” tulis masyarakat

Mendapat informasi dari layanan aduan masyarakat hari minggu 28 Maret 2021 selanjutnya tim bergerak dan tadi malam informasi tersebut telah berhasil ditindak lanjuti Kanit Idik 1 IPDA Sarwedi Manurung dan team opsnal dan berhasil menangkap Tiga orang di Dusun Hamonangan,teluk pulai dalam,kec.kualuh leidong,kab.labuhan batu utara.

Adapun ketiga tersangka tersebut berinisial P alias Wadi (31) warga Dusun Sukatani, Desa Kelapa sebatang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara selanjutnya dikembangkan pada pria HS alias Hendrik (21), warga Desa Teluk Pulai Dalam, Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara, terang Kasat.

Lanjut Kasat, dari pengembangan kedua tersangka ini berhasil menangkap RP alias JON (41), warga Dusun Hamonangan, Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang saat itu sedang berada dalam kamarnya.

“Dari ketiga tersangka disita 2 (dua) buah Plastik klip berisi diduga sabu berat 1.06 gram,1(satu) plastik klip berisi kristal putih diduga narkoba jenis sabu seberat 0.26 grm brutto,1(satu) buah kaca pirex bekas berisi diduga narkotika jenis sabu seberat 1.60 gram brutto,1(satu) buah bong alat hisap sabu,1(satu) unit HP dan satu lembar uang kertas pecahan Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) sisa hasil jual beli narkoba jenis sabu,” terang Martualesi Sitepu pada media pada Rabu (31/03/2021)

Selanjutnya dari informasi tersangka bahwa pemasok sabu berinisial N namun tidak berhasil dikembangkan Karena pada saat penangkapan ketiga tersangka mendapat perlawanan dari keluarga tersangka dan masyarakat sekitar dengan cara menghalang- halangi petugas melakukan penangkapan, namun petugas juga mendapat tindakan kekerasan dari keluarga dan masyarakat dengan cara mengintimidasi dan mencekik leher kateam Opsnal AIPDA Sastrawan Ginting.

Tak hanya itu, petugas juga mendapat penghadangan dan lemparan batu dari masyarakat yang mengakibatkan kaca mobil depan petugas pecah, namun petugas berhasil membawa ketiga tersangka setelah melepaskan tembakan peringatan ke udara dan dibantu dari Polsek Kualuh Hilir serta Kepala Desa.

Dari hasil interogasi salah satu tersangka bahwa RP merupakan residivis kasus perjudian ditahun 2010, dan divonis 3 bulan penjara, dan tersangka yang merupakan ayah dari 5 anak serta suami dari 3 istri mengakui, sudah 3 bulan menekuni bisnis haram tersebut, dan mendapat keuntungan 100 ribu rupiah per gram.

Terhadap ketiga tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 Sub Pasal Pasal 112 YO 132 ayat (1) subs 127 ayat (1) huruf A dari UU RI no.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(DR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed