oleh

Garap Tanah PT IRA , Orang Tua Kandung Kades Namorih di Polisikan

Kutalimbaru, (HK) – Lahan seluas 157 hektar milik perusahaan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara, digarap kelompok tani liar di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Saat ditemui di ruangannya Camat Kutalimbaru, M Faisal Nasution, Rabu (17/6), mengatakan lahan seluas 157 hektar itu milik PT IRA, yang telah dibeli almarhum Yopie Sangkot Batubara dari masyarakat se tempat.

“Surat tanah milik PT IRA/Yopie Sangkot Yopie Batubara memang terdaftar di Kantor Kecamatan Kutalimbaru dan pemilik juga membayar pajak tanah kepada pemerintah,” katanya saat dikonfirmasi awak media.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Suka Makmur, Marhen Tarigan, mengakui keberadaan tanah itu milik PT IRA/Yopie Sangkot Batubara yang dibeli dari masyarakat pada tahun 2001 silam lalu. Namun, pada 2002 ditinggal dan dihijaukan.

“Sering berjalannya waktu pada 2017 ada pihak bernama Pasta Surbakti yang menggarap lahan seluas 157 hektar itu dengan mengaku sebagai kelompok tani. Padahal, kenyataannya mereka ini bukanlah kelompok tani dan warga se-tempat. Saya tegaskan kembali mereka merupakan penggarap liar, sedangkan PT IRA/Yopie Sangkot Batubara pemilik lahan 157 hektar yang sah,” bebernya.

“Ada 33 SK Camat milik warga yang telah dibeli PT IRA/Yopie Sangkot Batubara terhadap tanah seluas 157 hektar tersebut. Semuanya terdaftar di Kantor Camat Kutalimbaru,” terangnya dengan menunjukan SK Camat kepemilikan tanah.

Lebih lanjut, Marthin menuturkan pihak PT IRA/Yopie Sangkot Batubara melalui ahli waris memberikan surat kuasa agar lahan seluas 157 hektar itu untuk dibersihkan karena akan kembali dikelola. Anehnya, saat ia bersama 20 rekannya yang juga warga se tempat hendak membersihkan lahan malah difitnah oleh Pasta Surbakti telah melakukan penyerangan dan penganiayaan.

“Tidak benar saya bersama rekan-rekan melakukan penganiayaan kepada Pasta Surbakti saat membersihkan lahan tersebut. Sebab, saat kami ingin membersihkan lahan itu telah memberitahukan kepada Camat Kutalimbaru, Kapolsek, dan Danramil melalui surat yang telah diterima masing-masing instansi,” tuturnya.

Marthin menambahkan, kasus lahan yang dikuasi para penggarap liar itu telah dilaporkan oleh ahli waris H Abdullah Sony Batubara PT IRA ke Polrestabes Medan sesuai Nomor: STTPL/1342/VI/Yan 2.5/2020/ Polrestabes Medan dengan terlapor Pasta Surbakti. (KH/Leo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed