oleh

Diduga Korban PHK, Lala Karyawan PT.Genus Keluhkan Gajih Yang Belum Dibayar

PURWAKARTA, Lala Melasari warga Desa Rawasari, Kecamatan Plered, adalah salah satu karyawan PT.Genus yang berlokasi diwilayah jalur jalan raya Citapen – Sukajaya Purwakarta diduga korban PHK.

Dikatakan Lala, setelah masuk kerja sekitar 22 hari, tiba – tiba dirinya mendapat kabar sudah diberhentikan dari pekerjaan oleh pihak perusahaan secara sepihak.

Bahkan, pemberhentian itu dilakukan hanya melalui omongan saja, tidak secara tertulis seperti layaknya perusahaan lain.

“Saya pun tidak pernah membuat surat pengunduran diri kepihak perusahan. Kok aneh ujug-ujug diberhentikan kerja.  Kan aneh,” kata, Lala, Jumat, (19/03/2021).

Lanjut Lala, kemudian Ia pun coba mempertanyakan gajih selama bekerja itu bersama suami ke pihak perusahaan melalui Mayang selaku General Meneger (HRD), tapi sampai saat ini belum juga dibayar oleh pihak perusahaan.

“Padahal saya sangat membutuhkan uang. Apalagi dimusim pandemi Corona sekarang ini,” ucap Lala.

Diakui Lala, sekalipun jumlah uang tersebut kurang dari 2,8 juta, baginya uang tersebut begitu berarti.

“Karena tidak pul satu bulan kerja, hanya 22 hari kerja, maka pembayaran pasti tidak pul. Saya juga minta kejelasan tentang status pemberhentian saya, yang dinilai tidak sesuai prosedur. Dan saya tidak pernah merasa membuat surat pengunduran diri,” tegas Lala.

Sementara Mayang GM PT.Genus, ketika dikonfirmasi lewat handphonenya mengatakan, persoalan gajih bukan tidak dibayar. Karena itu merupakan gajih gantungan maka ada proses waktu yang perlu ditnggu.

“Sabar aja, nanti kalau ada
informasi sudah bisa keluar pasti kami hubungi karyawan tersebut untuk datang langsung dan mengambil uang itu,” singkatnya. (Asep Coklat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed