oleh

Diduga Jadi Ajang Pungli , Warga Desa Sumurgede Bernyanyi

 

KARAWANG | HK JABAR – Warga masyarakat dusun lima Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang selaku penerima bantuan sosial tunai pertanian (BST Pertanian) dampak Covid-19 diduga menjadi ajang pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum RT.

Pasalnya, usai menerima BST Pertanian sebesar 1,8 juta dikantor desa, oknum RT itu meminta uang sebanyak 200 ribu kepada masing – masing penerima bantuan.

Menurut sumber sebut SML selaku penerima manfaat warga RT 003 mengatakan, setelah menerima uang BST Pertanian yang dibagikan dikantor Desa Sumurgede, dirinya dipinta uang oleh RT dengan dalih uang bensin.

“Iya dipinta 200 ribu oleh RT Edoy bilangnya yang lain juga sama segitu. Padahal uang bensin mah segituteh kegedean, seharusnya berapa aja jangan ditentukan nominalnya,” ungkap sumber.

Senada dikatakan, RD warga RT 003 juga , merasakan hal yang sama, Ia pun dipinta oleh RT setelah menerima uang bantuan.

“RT Edoy minta 200 ribu,” katanya.

Sampai berita ini diterbitkan, oknum RT tersebut belum bisa ditemui.

Pantauan dilapangan, terkait BST Pertanian Desa Sumurgede, diduga bukan hanya pungutan 200 ribu saja yang terjadi.

Diluar itu masih ada persoalan lain seperti, data penerima pengalihan, tapi nyatanya sipenerima peralihan tidak mendapat bantuan, pertanyaannya, lalu uang bantuan itu dikemanakan.

Belum lagi, warga penerima bantuan yang diduga memiliki E-KTP, namun pada saat pencairan bantuan malah  dibuatkan surat domisili oleh kepala Desa Sumurgede. Selain itu, keabsahan kepala Dusun Lima secara aturan patut dipertanyakan, terindikasi perjokian. (Aep/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed