oleh

Diduga Ilegal, PMI Asal Purwakarta Meninggal, Sponsor AC Diminta Bertanggungjawab

 

PURWAKRTA | HK JABAR – Diduga orang yang harus bertanggung jawab, atas keberangkatan Neng Juariah ke Damaskus Suriah, adalah Ac.

Ya, sebut saja namanya Ac, lelaki mengaku orang Sukabumi saat dikonfirmasi.

Nama Ac, oleh keluarga korban almarhumah Neng Juariah Bt Yaya dan Mamah Yoke, harus bertanggung jawab atas keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Neng Juariah ke Damaskus Suriah, tiga tahun lalu.

Mamah Yoke saat dihubungi, Minggu (3/10) di rumahnya mengatakan bahwa yang memberangkatkan Neng Juariah adalah AC.

Yoke mengakui bahwa awalnya Neng Juariah bersama dirinya mau ke terbang ke Abudabi. Namun saat medical ayu tes kesehatan gagal, ” Neng Juariah punya darah tinggi” tegas Yoke.

Karena sakit, Neng Juarih tidak jadi berangkat dan tinggal dirumahnya selama tiga bulan menjadi penjaga toko bersama suaminya.

Selama tiga bulan kerja di rumahnya di Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Neng Juariah, ternyata Tanpa sepengetahuan dirinya berkomunikasi dengan Ac.

Ac, membawa neng Juariah, berangkat ke Damaskus Suriah, dirinya tidak tahu

Tambah Yoke, membenarkan kalau awalnya Neng Juarih pertama datang kerumahnya bersama suaminya ingin menjadi PMI.

Waktu itu Neng Juariah , baru pulang dari Saudi Arabia, pada tahun 2017, tidak lama pulang dari Saudi Arabia, ingin berangkat lagi menjadi PMI.

Namun saat itu gagal berangkat karena sakit Neng Juarih punya darah tinggi.

Ac, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (3/10) mengakui hanya sekedar penyambung.

“Waktu itu, saya sekadar nyambunginkan ke agen. Sekarang agennya sudah masuk apa dideportasi. Nanti saya coba konfirmasi ya pak, cari info, ” Ucapnya melalui WhatsApp.

Ac, saat dikonfirmasi siapa yang nampung Neng Juariah sebelum berangkat, siapa yang mengurus visanya, siapa yang handle kebandara dan siapa mengurus biaya keberangkatan, AC tidak menjawab.

Namun menurut dia, bahwa secara pribadi akan bertanggung jawab, ” Insyaallah, saya tanggung jawab semampu saya pak, “tegasnya, seraya mengatakan nanti saya akan ke LP Cipinang, tidak menjelaskan ada hubungan apa orang yang ditahan di Cipinang dengan keberangkatan Neng Juariah dengan nama PT yang memberangkatkan.

Hari ini, Selasa (6/10) kelurga almarhumah Neng Juaria, berangkat ke Kementerian Luarnegeri (Kemenlu) mengambil barang-barang milik almarhumah yang dikirim.

Anak sulung almarhumah Neng Juariah, Sugeung saat dihubungi, mengatakan sudah sampai Karawang , menuju Kemenlu.

” Ya, sudah sampai karawang. Mudah-mudahan semua berjalan lancar barang-barang, mamah lengkap semua yang dikirim majikannya dan hak-hak mamah sebagi tenaga kerja PMI, diterima,” tegasnya.

Kemudian dia bercerita sudah membuat surat kuasa kepada Satgs Projo Jabar Peduli PMI, untuk mengurus hak-hak PMI. Orang-orang yang terlibat memberangkatkan mamahnya harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku dan pihak berwajib, atau kepolisian segera memproses kasus ini.

Ketua Satgas Projo Jabar Peduli PMi, Solih, saat dihubungi berjanji akan mengawal kasus ini dalam waktu dekat akan ke Purwakrta, melaporkan orang yang diduga terlibat memberangkatkan PMI non prosedural, ke Polres Purwakrta, bila perlu sampai ke Jakarta.
(Asyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed