oleh

Desa Manggungjaya Pengalihan Hak Harus Ditempuh, Biaya PTSL 150 Ribu

Iklan.

KARAWANG | HK JABAR – Munculnya pemberitaan terkait program PTSL Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten. Karawang, yang diduga jadi ajang Pungli oleh salah satu media online Purwakarta.

Untuk mencari kebenaran hal itu, hariankriminal.com coba mendatangi kantor desa tersebut.

Saat dijumpai kepala Desa Manggungjaya Didi Sukardi beserta panitia PTSL, juga Babinkhamtibmas desa dikatornya, melalui panitia PTSL Asan Suhendi menjelaskan, bahwa program PTSL didesanya sudah sesuai dengan surat keputusan 3 menteri dikenakan biaya 150 ribu perbidang. Namun, dengan ketentuan surat tanah tersebut sudah atas nama sipemohon.

“Bila belum atas nama pemohon maka wajib dibuat pengalihan hak atau balik nama. Karena kami pihak desa tidak mau ada permasalahan dikemudian hari, bila surat tanah itu masih atas nama orang lain,” ungkap Asan, Senin (14/09/2020).

Diakuinya. untuk pengalihan hak memang ada biaya administrasi yang dibebankan kepada sipemohon. Adapun besar anggarannya pareatif.

“Untuk peralihan hak ada biayanya. Sipemohon silahkan mau dibuatkan di PPAT Kecamatan atau Notaris mangga. Yang penting kami nerima berkas persyaratan sudah atas nama pribadi sipemohon. Kalau tidak mau peralihan hak maka dengan terpaksa akan dibatalkan pembuatan PTSL nya takut terjadi masalah nantinya,” tegas Asan.

Asan pun meminta maaf kepada masyarakat karena belakangan ini sudah digaduhkan dengan pemberitaan yang miring.

“Kami atas nama pemerintah Desa Manggungjaya meminta maaf. Intinya biaya PTSL 150 ribu. Bila timbul biaya lain itu adalah peralihan hak, atau balik nama,” pungkasnya.

Hal tersebut diamini oleh kepala Desa Manggungjaya, Didi Sukardi, bahwa biaya PTSL itu 150 ribu. Dan jauh jauh hari sudah diumumkan kepada masyarakat, baik melalui rapat minggon desa , atau secara langsung kepada masyarakat pada tiap kegiatan dilingkungan.

“Sudah kami informasikan jauh jauh hari, biaya PTSL itu 150 ribu. Dengan catatan tanah tersebut milik sipemohon ,” tegas Kades. (Aep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed