oleh

Darul Mursyid Catatkan Prestasi Sains Biologi Tingkat Nasional

keterangan foto: Khairunnisa Fitri Nasution dan M.Rizky Ferdiansyah peroleh juara harapan dua pada event Olimpiade Biologi Nasional yang digelar oleh Universitas Indonesia.

TAPSEL (HK) – Mengukir prestasi di setiap event olimpiade telah menjadi tekad bulat bagi Pesantren Darul Mursyid (PDM) yang beralamat di desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan.

Hendra Irwandi sebagai Kepala Divisi Pembinaan Kejuaraan Sains, Senin (15/02/2021) mengatakan bahwa selalu berprestasi merupakan moto yang sudah di tanamkan pada diri peserta didik mereka sejak awal memulai pembelajaran di PDM ini. Motto itupun menjadi pemacu semangat bagi mereka. Baru-baru ini event olimpiade yang mereka ikuti adalah Olimpiade Biologi Nasional Tingkat SMP & SMA yang digelar oleh Universitas Indonesia.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya. Sembari menjelaskan prosedur tentang olimpiade Biologi yang telah mereka ikuti.

“PDM memang sudah dikenal sebagai pesantren yang fokus dan terbukti unggul pada setiap perlombaan olimpiade sains dan memang terus meraih prestasi diberbagai event secara konsisten. Sama hal dengan event Olimpiade Biologi Nasional tingkat SMP & SMA baru-baru ini, dengan system yang diberlakukan adalah tim. Sudah kami ikuti pada 08 Januari s/d 07 Februari 2021 lalu. Walaupun baru pertama kalinya kami ikuti Alhamdulillah utusan kami tetap mampu bersaing hingga peroleh prestasi yang sangat membanggakan yakni di tetapkan sebagai juara harapan dua atas nama Muhammad Rizky Ferdiansyah (ketua) dan Khairunnisa Fitri Nasution (anggota). Sedangkan untuk prosedur pelaksanaanya dibagi menjadi tiga sesi, yakni sesi penyisihan, sesi semifinal dan final yang di lakukakan secara online. Sedangkan untuk Informasi tentang olimpiade Biologi ini sebenarnya sudah dari tahun-tahun sebelumnya kami ketahui, namun karena bentrok dengan jadwal olimpiade lainnya, juga yang pelaksanaan secara langsung harus ke pulau jawa, menjadi kendala bagi kami. Namun kali ini bisa kami ikuti karena dilakukan secara online”, ungkap Hendra.

 

Pada kesempatan yang berbeda, Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM mengaku sangat bersyukur dan sangat berbangga atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya pada Olimpiade Biologi tingkat nasional 2021 ini, Ia juga tidak lupa menyampaikan harapan baik untuk anak didiknya yang sudah ikut bertanding.

“Syukur Alhamdulillah, anak kami kembali mengukir prestasi pada Olimpiade Biologi baru-baru ini. Ajang olimpiade yang begitu bergengsi yang pastinya di ikuti banyak sekolah-sekolah ternama yang ada di Indonesia ini. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, karena beberapa olimpiade sains tingkat nasional yang di ikuti peserta didik kami hampir semuanya mencatatkan prestasi. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat (motivasi) belajar bagi seluruh anak-anak kami. Baik yang sudah peroleh prestasi untuk di tingkatkan lagi, maupun yang sedang berjuang memperoleh prestasi”, ungkap Jafar.

Jafar juga terus memotivasi para santrinya agar terus bersemangat mengikuti event-event olimpiade sains dimanapun dilaksanakan dan dengan cara apapun selama masih tidak memberatkan bagi peserta didik, contoh bentroknya waktu pelaksanaan olimpiade. Selain pengalaman itu sangat penting juga sebagai bahan evaluasi dan tolak ukur bagi mereka sebagai pesantren yang konsen di bidang prestasi sains.

“Saya selaku kapten PDM terus memotivasi siswa kami dan juga guru pembina dan pembimbing agar tetap semangat membara dan terus mengikuti event olimpiade sains dimanapun diselenggarakan baik secara langsung maupun online. Sepanjang kompetisinya dinilai objektif dan berkualitas, maka ikuti saja”, tegas Jafar.

Ia juga mengatakan bahwa mereka (PDM) ingin mengangkat derajat pesantren di bidang sains. Mereka ingin buktikan bahwa pesantren juga bisa bersaing dan bahkan unggul dibanding sekolah umum lainnya dalam prestasi sains.

“PDM akan menjadi wakil pesantren pada event-event olimpiade sains. Karena pesantren selalu dianggap sebelah mata jika berkompetisi di bidang sains. Kita harus mengubah paradigma kalau pesantren lemah di bidang sains. Maka Darul Mursyid tampil mewakili pesantren di berbagai events sains, dan Alhamdulillah kami secara berlahan tapi pasti membuktikan pesantren juga bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. Hal tersebut bukan hanya sekedar kata-kata saja, tapi data membuktikan faktanya yakni kami hadir dan telah berulang kali meraih prestasi sains baik ditingkat provinsi, regional dan hingga tingkat Nasional. Kini masyarakat mulai percaya bahwa pesantren ternyata bisa bersaing dan bahkan unggul di bidang sains dibandingkan sekolah umum”, Pungkas Jafar alumni S.3 USM Penang Malaysia ini.

Peliput : Maradotang

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed