Dana Jampersal Diduga Jadi Bancakan Dinkes Purwakarta

oleh

Foto. Ilustrasi.

PURWAKARTA, (HK) – Dana anggaran Jaminan Persalinan (Jampersal) Tahun 2018 lalu diduga jadi bancakan oknum Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

Pasalnya, ada beberpa klinik diwilayah tersebut mengaku tidak pernah melakukan kerjasama dengan program Jampersal, namun dilapangan ditemukan ada data klaim program tersebut.

Hal itu dikatakan ketua Manggala Garuda Patih Purwakarta, Ramdhan Juniar, Senin (4/11) sore, di Sekretariatnya.

“Anggaran Jampersal tahun 2018, sekitae 5 miliar dan diklaim dari Bulan Januari – September 2018, oleh Klinik Sejati Cibodas Bungursari, sebesar 74 juta kemudian oleh Klinik Sejahtera, Sukatani sebesar 24 juta dan RSUD Bayu Asih, sekitar 3 miliar lebih,” ungkap Ramdhan.

Berita Terkait :  Harrunarrasyid S.Pdi Dilantik Jadi Ketua PD IGRA Madina 2020 - 2025

Senada dikatakan pengurus Manggala Garuda Patih lainnya, Eka Purwadi, dirinya pernah mengklarifikasi ke Klinik Sejati, saat itu dia diterima oleh bagian administrasi klinik tersebut.

“Klinik Sejati, tidak pernah kerjasama dengan program Jampersal,” ucap Eka.

Lanjut Eka, pemilik klinik Sejati, Neneng menjelaskan soal klaim Jampersal dan menyuruh untuk menanyakan kepada Dinas Kesehatan Purwajarta.

Berita Terkait :  Verifikasi, Kemendagri Akan Lakukan Tinjauan Ke Desa Soposorik

“Karena dia tidak pernah mengklaim Jampersal,” pungkas Eka.

(Ahmad Syah)

Baca Berita Terbaru
PADANGSIDIMPUAN (HK) - Kegiatan ngetrail bareng Danyonif 123/RW bersama Komunitas Trail se- Tabagsel dan bahkan
Kepri, Batam - Tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial S alias F alias FIR