oleh

CV Dalan LE Diduga Mempekerjakan Anak Dibawah Umur dan Perusahaannya Tidak Mendaftarkan Projek Ke BPJS Ketenagakerjaan

PURWAKARTA | HK JABAR – Ternyata AA (13) tahun korban yang meninggal dunia tertimpa gapura di depan pintu gerbang perumahan Bumi Jaya Indah (BJI) Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan purwakart, adalah pekerja CV Dalan Laju Entosa. (DLE) Kemudian CV Dalan LE, tidak daftarkan projek ke BPJS Ketenaga Kerjaan.

Saat investigasi, Kamis (5/11) di di TKP tempat projek Peningkatan /Pembangunan / Rehabilitasi jalan lingkungan perkotaan di BJI Munjuljaya, mendapt data kuat bahwa yang meninggal adalah usiany dibawah umur diduga adalah pekerja.

“Yang meninggal itu, pekerja karena tiap hari ada dilokasi projek dan memaki baju projek saat meninggal “tegas pedagang yang setiap hari mangkl di dekat projek

Senada juga dikatakan oleh pekerja toko, yang namanya minta dirahasiakan, bahwa anak tersebut sering terlihat bekerja di projek.

Sedangkan Marketing BPJS Ketenagakerjaan, Budi , Kamis (5/1) mengatakan bhwa CV. Dalan Laju Entosa tidak mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenaga Kerjaan.

Ketua LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Kabupaten Purwakarta, Tedi, mengatakan fatal bagi perusahaan yang mempekerjakan anak dibawah umur juga perusahaan tersebut tidak mendaftarkan projek ke BPJS ketenagakerjaan, “Kemungkinan itu pidan murni’tegasnya.

Kemungkinan Direktur CV Dalan Laju Entosa, akan terjerat beberapa pasal yang mengarah ke pidana murni.

Karena tambah dia, untuk pekerja dibawah umur tercantum dalam pasal 68 -69 UU No. 13 Tahun 2003, menyebutkan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Dan dalam ketentuan undang-undang tersebut, anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 tahun. Berarti 18 tahun adalah usia minimum yang diperbolehkan pemerintah untuk bekerja.

Pada dasarnya, setiap pekerja mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Demikian yang disebut dalam Pasal 86 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).

Sehubungan dengan dua masalh tersebut, organisasinya (GPRI) akan mengawal kasus ini sampai tuntas dalam penegakan hukum.

“Saya tidak mau kasus ini seperti kasus jembatahn Cihambulu. Walau ada kasus pidana tapi tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian”tegasnya.

Tambah Tedi, ancaman hukuman bagi perusahaan jelas diatur dalam UU. Sanksi pidana penjara mempekerjakan anak diatur dalam (Pasal 68); mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan tak sesuai persyaratan (Pasal 69 Ayat (2)) adalah sanksi pidana penjara 1-4 tahun dan/atau denda Rp100-400 juta diberikan kepada pihak yang melanggar ketentuan sesuai aturan.

Sedangkan bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan perusahaan atas projeknya diatur dalam pasal 199 mengenai sangki administratif ada delapan point salah satunya pencabutan izin perusahaan.

(Asyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed