Cep Rachmat : Bupati Purwakarta dan Dinas Terkait Diminta Tindak Mini Market Yang Buka Hingga Tengah Malam

oleh

 

PURWAKARTA, (HK) – Maraknya jam buka mini market diwilayah Kabupaten Purwakarta, sampai tengah malam bahkan ada yang hingga 24 jam mulai disorot beberapa lembaga kontrol sosial seperti
LSM Manggala Garuda Putih. GMBI, LMP dan Laskar NKRI.

Pasalnya, jam buka mini market yang lebih dari pukul 22:00 Wib dianggap telah melanggar Perda Nomor 14/2012, dan ini bakal kena sangsi, berupa teguran, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

Hal itu disampaikan Sekretaris LSM Manggala Garuda Putih, Cep Rachmat Mulia, kepada hariankriminal.com, Jumat (02/11) di Sektetariat Perum Munjuljaya Lama, Purwakarta.

“Didalam Pasal 21 ayat 2 diatur waktu buka dan tutup mini market. Tapi kenyataannya, masih ada mini market yang tutup lebih dari jam 22:00 malam, bahkan ada juga yang buka hingga 24 jam,” ungkapnya .

Berita Terkait :  PWI Madina Kecam Kasus Penganiayaan Wartawan LKBN Antara Aceh

“Kemudian dalam Bab X pasal 72 tentang sangsi. Sangsi pertama adalah teguran, kedua pembekuan izin, dan yang ketiga pencabutan izin,” tambah Sekretaris Manggala Garuda Putih tersebut.

Ia meminta, Pemkab Purwakarta khususnya Bupati Purwakarta Hj Anne Ratna Mustika, serta dinas terkait agar menindak mini market yang sudah melanggar Perda tersebut.

“Kalau memang membandel dan masih buka sampai tengah malam, bekukan saja izinnya Kami punya data mini market mana saja yang nyata-nyata melanggar Perda tersebut,” kata Cep Rachmat Mulia.

Berita Terkait :  Harrunarrasyid S.Pdi Dilantik Jadi Ketua PD IGRA Madina 2020 - 2025

Menanggapi hal itu kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Wita, mengatakan, bahwa yang berhak melakukan tindakan pembekuan izin mini market tersebut adalah kewenangan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP).

“Kami, sudah melayangkan surat ke DPMPSP, berkaitan dengan mini market yang melanggar Perda Nomor 14/2012 itu,” tegas Wita. (Ahmad Syah)

Baca Berita Terbaru
Labura (HK) - Ratusan peserta dari berbagai komunitas yang ada di Labura, Asahan, dan Labuhanbatu
SUKABUMI, (HK) - Usai pemilihan kepala desa serentak periode 2019-2025 empat PJs kepala desa di