oleh

Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Malam Kecepet Cilamaya Sempat Dihentikan, Selang Berapa Hari Terbit Surat Sekda

Keterangan Poto. Surat Sekda Karawang.

 

Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Malam Kecepet Cilamaya Sempat Dihentikan, Selang Berapa Hari Terbit Surat Sekda

Karawang | Pasar malam serta komedi putar permainan anak-anak yang tiap tahun rutin manggung dilapang Kecepet Desa Mekarmaya ketika hendak memasangkan alat – alat tempat bermain anak-anak tersebut dihentikan oleh tim Satgas Covid-19 Kecamatan Cilamaya Wetan.

Pasalnya, kegiatan tersebut berpeluang terjadinya penyebaran Covid-19 akibat kerumunan orang banyak.

Bahkan, penghentian bersama anggota Koramil dan Polsek Cilamaya itu, cukup mendasar, sebab kasus terkonfirmasi, bahkan meninggal dunia terus terjadi.

“Sempat dihentikan, kalau tidak lupa waktu itu sekitar tanggal 19 April 2021. Bersama anggota Koramil dan Polsek. Kalau sekarang malah sudah dipasang dan akan berjalan, kami tidak tahu,” ungkap Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Wetan, Totong , Rabu (28/04/2021) diruang kerjanya.

Komedi putar, sempat dihentikan kini dipasang kembali.

Diketahui Acep Jamhuri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang selaku Ketua Satgas Covid-19 kabupaten diduga memberikan kelonggaran, atas operasional pasar malam dan komedi putar dikecepet yang di isi lapak-lapak penjualan busana dan permainan anak itu.

Hal itu, Sekda tuangkan dalam surat yang diterbitkan Sekda pada Senin tanggal 26 April 2021 dengan nomor 443/2412/Sekrt.

Surat yang di tujukan kepada Kepala Disperindag Karawang itu, secara eksplisit menjawab permohonan rekomendasi ekspo/pasar malam di Kecepet Cilamaya dengan ragam ketentuan, hal ini di dasari atas Edaran Bupati Karawang Nomor 443/2215- Disperindag tentang perpanjangan PPKM ke 6.

Adapun ketentuan tersebut antara lain meliputi kewajiban mengikuti regulasi yang di tetapkan dalam penanganan Covid-19.

Kemudian penanggungjawab pasar malam wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat dan menghindari kerumunan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, pembatasan 50 persen pedagang dan pengunjung di ruang terbuka, juga di cantumkan dalam surat tersebut.

Lebih dari itu, penanggungjawab diharuskan mendata secara khusus para pedagang dan pengunjung, khususnya dari luar Karawang dan melampirkan syarat tes covid-19 dan memperbanyak himbauan spanduk dan media informasi pencegahan Covid-19.

Hingga Jika dikemudian hari ketentuan ini dilanggar, maka sewaktu-waktu Satgas Covid-19 akan menghentikan kegiatan tersebut. (Ir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed