oleh

Calon Kades Incumben Gempolkolot Sunardi, Menang Sebelum Pencoblosan.

Keterangan : gambar calon nomor 1 serahkan surat pengunduran diri sebagai calon kades kepada panitia .

KARAWANG, Pengunduran diri Yulia Rahayu nomor urut 1 sebagai calon Kades Gempolkolot, Kecamatan Banyusari, Kabupate Karawang tentunya menjadi keuntungan besar bagi lawannya yakni Sunardi calon kades Incumben nomor 2.

Pasalnya, didalam aturan Pilkades dinyatakan bahwa apabila terdapat calon yang mengundurkan diri, maka sebagai pemenang Pilkades adalah kedua suara terbanyak. Jadi, sekalipun calon yang mengundurkan diri pada saat pencoblosan mendapat suara terbanyak, maka yang dilantik adalah suara terbanyak kedua. Karena, dalam kertas suara, gambar calon nomor urut 1 ikut terpasang , dan boleh untuk dicoblos, tapi hasilnya tidak sah karena sudah mengundurkan diri.

“Ya aturannya seperti itu. Karena di Desa Gempolkolot calon kadesnya cuman dua, maka secara otomatis pemenangnya adalah Sunardi calon nomor urut dua,” disampaikan ketua panitia Pilkades, Dahlan,S.Pd kepada wartawan dikantor Desa Gempolkolot pada Jumat, (19/03/2021).

Menanggapi hal itu, Irwanto ketua Ikatan Jurnalis Bersatu (IJB) menyebut, diduga akibat lemahnya peraturan Pilkades sebagaimana yang disampaikan ketua panitia Pilkades Gempolkolot, tidak ada sangsi, akibatnya membuat calon kades tanpa beban mengundurkan diri begitu saja.

Padahal, tahapan Pilkades mulai dari persyaratan administrasi, tes tulis, tes kesehatan, sudah dilaluinya, dan itu tentu sudah mengeluarkan kos anggaran yang tidak sedikit.

“Wajar bila timbul pertanyaan, ada apa ini. Tiga hari lagi mau pencoblosan, kok mengundurkan diri, kan aneh,” ujarnya penuh tanya.

Sambung Irwan, jika didalam aturan Pilkades dibuatkan sangsi tegas, untuk para calon kades yang mengundurkan diri ditengah jalan, seperti akan dikenakan denda. Tentunya ini akan membuat bahan pertimbangan bagi para calon.

Tidak menutup kemungkinan bila aturan tetap seperti ini. Pilkades yang akan datang, bakal terjadi hal serupa.

“Jadi ajang permainan politik baru, masyarakat selaku konstituen yang jadi korban,” ucapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, calon kades nomir urut 1 Yulia Rahayu belum bisa ditemui. (Bolenk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed