oleh

Ratusan Massa Demo Tolak UU Omnibus Law di Mataram

Mataram ( HK ) — kepolisian Menurunkan anggota personilnya Sebanyak 232 orang untuk mengawal aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang digelar di dua lokasi berbeda. Yaitu di Depan DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram dan Kantor Gubernur NTB , sebanyak 199 personel Polresta Mataram dan personil BKO Sat Samapta Polda NTB 33 orang ( 1 peleton ) aksi demonstrasi didua lokasi berbeda tersebut berlangsung Aman kondusif. ,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto. ( 12/10)

Mataram, (HK) – Ratusan massa adakan unjuk rasa di depan kantor Gubernur dan DPRD Nusa Tenggara Barat, Senin (12/10/2020). Dalam aksi tersebut berjalan lancar tanpa ada kericuhan, dan dikawal ketat oleh personil kepolisian.

Kapolresta Kota Mataram mengatakan pada media ini, 232 personil di turunkan untuk pengawalan massa yang adakan aksi di depan Kantor Gubernur dan DPRD.

“kita telah menurunkan anggota sebanyak 232 orang untuk pengaman aksi tersebut, dan saya sudah menghimbau kepada anggota agar tetap mengedepankan sikap humanis dan ditekankan untuk lebih sabar dan jangan cepat terpancing oleh massa yang adakan aksi unjukrasa penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, “kata Kapolres

Pantauan media ini di lokasi, massa yang tergabung dari Aliansi Pejuang Aspirasi Rakyat (APARAT) di depan kantor DPRD bergantian menyampaikan tuntutannya untuk menolak UU Cipta Kerja, dan massa langsung di temui oleh wakil ketua DPRD NTB H. Mori Hanafi.

“kita sudah menyurati pemerintah pusat dan meminta Presiden RI untuk segerah mengeluarkan maklumat atau Perpu tentang UU Omnibus Law pada tangga delapan kemaren, kini kita disini masih menunggu jawabannya,”kata Mori.

Selanjutnya massa melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Nusa Tenggara Barar (NTB), selang beberapa menit Massa langsung di temui oleh Sekda Gita Aryadi dan iya menyampaikan bahwa tuntutan massa diterima dan akan diteruskan ke Gubernur.

( IBN )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed